Fatima Ezzahra El Mansouri Ditunjuk Jadi PM Baru Maroko

Fatima Ezzahra El Mansouri Ditunjuk Jadi PM Baru Maroko

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 30 Sep 2026 02:02 WIB
Fatima Ezzahra El Mansouri, Moroccos newly appointed head of government, arrives for a meeting in Rabat on September 29, 2026. The king of Morocco on September 29, named Marrakesh mayor Fatima Ezzahra El Mansouri the countrys first woman prime mini
Foto: Fatima Ezzahra El Mansouri ditunjuk sebagai Perdana Menteri (PM) baru Maroko. (AFP/ABDEL MAJID BZIOUAT)
Jakarta -

Raja Maroko menunjuk perdana menteri (PM) baru. Ialah Wali Kota Marrakesh, Fatima Ezzahra El Mansouri, yang kini menjadi PM perempuan pertama.

Dilansir AFP, Rabu (30/9/2026), penunjukan itu diumumkan oleh kabinet kerajaan, setelah partainya memenangkan pemilihan umum parlemen pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Partai beraliran kanan-tengah miliknya, Partai Otentisitas dan Modernitas (PAM), mendominasi perolehan suara dengan memenangkan 97 dari 395 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Hasil ini unggul 31 kursi dibandingkan pesaing terdekatnya, meskipun pemilu tersebut diwarnai oleh tingkat partisipasi pemilih terendah dalam dua dekade terakhir.

Kabinet kerajaan menyatakan bahwa Raja Mohammed VI kini telah menugaskan perempuan berusia 50 tahun itu, yang juga pernah menjabat sebagai menteri perumahan, untuk "membentuk pemerintahan baru".

ADVERTISEMENT

Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, El Mansouri menyebut penunjukannya sebagai peristiwa yang "sungguh bersejarah". Menurutnya, sejarah baru itu menjadi kebanggaan bagi seluruh perempuan Maroko.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah negara kita, seorang perempuan memikul tanggung jawab memimpin pemerintahan," ujarnya.

"Ini merupakan sumber kebanggaan tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi seluruh perempuan Maroko," sambungnya.

Diketahui, El Mansouri bergabung dengan PAM pada tahun 2008, tahun di mana partai tersebut didirikan oleh penasihat kerajaan saat ini, Fouad Ali El Himma, sebagai penyeimbang bagi gerakan Islamis di negara itu. Ia juga merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai wali kota Marrakesh. Ia memenangkan jabatan tersebut pada tahun 2009, kehilangan posisi itu enam tahun kemudian, lalu merebutnya kembali pada tahun 2021.

(fca/fca)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini