Titah Putin Agar Pasukan Militer Rusia Ditambah

Titah Putin Agar Pasukan Militer Rusia Ditambah

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 29 Sep 2026 22:12 WIB
Foto: Vladimir Putin (Sputnik/Gavriil Grigorov/Kremlin via REUTERS)
Foto: Vladimir Putin (Sputnik/Gavriil Grigorov/Kremlin via REUTERS)
Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali memerintahkan penambahan jumlah pasukan militer negaranya. Penambahan ini terjadi saat Rusia masih berperang di Ukraina.

Dilansir AFP, Selasa (29/9/2026), Putin telah menandatangani dekrit pada Senin (28/9) yang memerintahkan penambahan jumlah personel militer Rusia sebanyak 15.500 orang. Ini merupakan perintah keempat semacam itu dari Putin sepanjang tahun ini.

Perintah Putin ini dikeluarkan saat jumlah korban jiwa akibat perang, baik di pihak Rusia maupun Ukraina, meningkat. Perang sendiri yang berkecamuk lebih dari 4,5 tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dekrit yang diteken Putin itu tidak mencantumkan alasan di balik penambahan jumlah pasukan militer Rusia ini.

"Jumlah personel resmi Angkatan Bersenjata Rusia ditetapkan sebanyak 2.441.630 orang, termasuk 1.550.500 personel militer," demikian bunyi dekrit yang telah ditandatangani Putin tersebut.

ADVERTISEMENT

Putin sebelumnya telah menandatangani dokumen-dokumen penambahan jumlah pasukan pada Maret, Juni, dan Juli. Jika digabungkan, maka total penambahan pasukan Rusia sejak Maret lalu mencapai 47.860 tentara.

Invasi Rusia terhadap Ukraina masih berlanjut sejak dimulai pada tahun 2022. Kemajuan pasukan Moskow di medan pertempuran dilaporkan melambat tahun ini, karena penggunaan drone secara luas di garis depan membuat pergerakan pasukan dalam skala besar dan cepat menjadi hampir mustahil.

Ukraina juga berulang kali menuduh Rusia sedang mempersiapkan mobilisasi militer lagi. Tuduhan Kyiv itu disebut oleh Putin sebagai 'disinformasi'.

Putin terakhir kali memerintahkan mobilisasi pasukan cadangan Rusia pada tahun 2022 menyusul serangkaian kemunduran militer di medan pertempuran di Ukraina.

Putin Nyatakan Tak Akan Perang dengan Eropa

Putin sebelumnya juga menegaskan Rusia tidak sedang bersiap untuk konflik 'apa pun' dengan Eropa. Penegasan Putin ini menepis peringatan dari sejumlah negara anggota aliansi NATO di Eropa mengenai potensi serangan Rusia terhadap wilayah-wilayah aliansi militer tersebut.

Dilansir AFP, Putin menyatakan Moskow 'tidak memiliki motif nyata' untuk meningkatkan ketegangan. Dia juga mengkritik negara-negara Eropa yang beranggapan sebaliknya.

"Banyak pihak di Eropa berbicara tentang kemungkinan serangan dari Rusia dan oleh karenanya, meyakini bahwa mereka harus bersiap menghadapi permusuhan, atau perang melawan Rusia," kata Putin saat berbicara kepada wartawan di Saint Petersburg pada Jumat (25/9) waktu setempat.

"Saya ingin menegaskan kembali: kami tidak sedang bersiap untuk permusuhan apa pun dengan Eropa," tegas Presiden Rusia tersebut.

Pernyataan Putin ini disampaikan setelah sejumlah sekutu Ukraina di Eropa menyatakan kekhawatiran mengenai potensi serangan terselubung Rusia di wilayah mereka. Awal bulan ini, Jerman menuduh Rusia merencanakan serangan drone di bandara Leipzig pada Agustus lalu.

Sementara, Polandia memperingatkan Moskow dapat meluncurkan drone dan rudal ke negara-negara yang mendukung Ukraina. Putin menambahkan bahwa Moskow sedang mempertimbangkan sikap terkait kemungkinan melanjutkan perundingan damai dengan Kyiv, menyusul serangan-serangan Ukraina baru-baru ini terhadap Rusia.

"Mengenai usulan untuk melanjutkan negosiasi, iya, semua opsi itu tersedia, dan semuanya mungkin saja dilakukan -- namun setelah segala tindakan yang mereka lakukan, kami akan mempertimbangkan dengan cermat langkah apa yang perlu kami ambil sebagai tanggapan," ujar Putin dalam pernyataannya.

Simak juga Video 'Putin Tegaskan Rusia Tak Punya Rencana Serang Eropa: Tak Ada Motifnya':

Halaman 2 dari 2
(haf/haf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini