Terkuak tujuan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, berkunjung secara diam-diam ke Uni Emirat Arab (UEA). Iran mengadukan Amerika Serikat (AS) kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait sanksi terhadap sektor penerbangan negara itu.
Netanyahu dilaporkan meminta kepada Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk menyangkal dirinya pernah memberikan peringatan kepada Netanyahu serangan Hamas, kurang dari dua minggu sebelum serangan 7 Oktober 2023 melanda Israel.
Sementara itu, Teheran mengadukan Washington ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), yang merupakan badan PBB yang menetapkan dan mengatur standar penerbangan sipil. Iran memprotes larangan terbang yang diberlakukan AS terhadap maskapai-maskapainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (29/9/2026):
- Trump Kaget, 5 Tersangka Ancaman Bom di Pangkalan AS Dibebaskan Inggris
Kepolisian Inggris membebaskan, dengan jaminan, lima pria tersangka ancaman bom di dekat pangkalan udara yang digunakan militer Amerika Serikat (AS) di negara tersebut. Presiden AS Donald Trump mengaku kaget dengan langkah otoritas London tersebut.
Trump, seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2026), mengatakan bahwa Kepolisian Inggris tidak seharusnya membebaskan kelima tersangka itu, meskipun dengan jaminan sekalipun. Presiden AS itu menambahkan bahwa kasus tersebut "mungkin saja" terkait dengan Iran, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut.
"Saya terkejut mereka membebaskan orang-orang itu, saya tidak akan melakukan hal tersebut," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (28/9) waktu setempat.
- Pakai Selang Oksigen, Tangis Mahathir Pecah Saat Antar Istri Dimakamkan
Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengantarkan jenazah istrinya, Dr Siti Hasmah ke peristirahatan terakhir. Mahathir tampak duduk dan mengenakan selang oksigen saat tangisnya mengiringi pemakaman sang istri.
Momen memilukan itu terekam dalam sebuah video. Video ini diunggah ulang dalam Instagram Story akun milik Mahathir, Senin (28/9/2026).
Dalam video tersebut, Mahathir telihat hanya duduk di kursi roda. Ia tampak menangis tersedu-sedu.
- Terkuak! Netanyahu Bujuk Presiden UEA Sangkal Beri Peringatan Serangan Hamas
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, ternyata meminta kepada Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk menyangkal dirinya pernah memberikan peringatan kepada Netanyahu serangan Hamas, kurang dari dua minggu sebelum serangan 7 Oktober 2023 melanda Israel.
Informasi tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (29/9/2026), diungkapkan oleh surat kabar terkemuka Israel, Haaretz, dalam laporannya pada Senin (28/9) waktu setempat. Haaretz mengutip sejumlah sumber yang tidak disebut namanya dalam laporannya tersebut.
Laporan Haaretz ini dirilis setelah Netanyahu dilaporkan terbang secara diam-diam ke UEA pada Minggu (27/9) waktu setempat, untuk melakukan pertemuan rahasia dengan Mohamed bin Zayed atau MBZ.
- AS Larang Semua Maskapainya, Iran Mengadu ke PBB
Iran mengadukan Amerika Serikat (AS) kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait sanksi terhadap sektor penerbangan negara itu, yang memaksa pembatalan penerbangan-penerbangan maskapai Iran beberapa waktu terakhir.
Bulan ini, Washington memberlakukan pembatasan terhadap seluruh industri penerbangan Teheran dan bertekad mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang membantu sektor penerbangan Iran.
Saat sanksi mulai diberlakukan pada Rabu (23/9) pekan lalu, sejumlah maskapai besar terpaksa membatalkan penerbangan-penerbangan internasional setelah beberapa negara menerapkan larangan.
- Keempat Kalinya dalam Setahun, Putin Minta Jumlah Pasukan Militer Ditambah
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penambahan jumlah pasukan militer negaranya. Putin telah menandatangani sebuah dekrit, pada Senin (28/9), untuk menambah jumlah personel militer Rusia sebanyak 15.500 orang.
Ini merupakan perintah keempat semacam itu dari Putin sepanjang tahun ini.
Perintah Putin ini, seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2026), dikeluarkan saat jumlah korban jiwa meningkat, baik di pihak Rusia maupun Ukraina, dalam perang yang berkecamuk lebih dari 4,5 tahun terakhir.
Simak juga Video 'Klaim Donald Trump: Kita Telah Pegang Iran, Kita akan Menang Perang!':










































