Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menangis tersedu-sedu saat melepas jenazah istrinya, Dr Siti Hasmah ke peristirahatan terakhir. Kehilangan ini begitu tampak karena keduanya sudah melewati pernikahan selama 70 tahun.
Dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Selasa (29/9/2026), kisah cinta antara Mahathir Mohamad dan Siti Hasmah Mohd Ali dimulai pada 23 April 1949. Pada hari itu, Mahathir mengucapkan rasa cintanya kepada Siti seusai menonton bioskop.
Kala itu, keduanya adalah mahasiswa kedokteran di King Edward VII College of Medicine di Singapura. Mahathir kerap membantu Siti Hasmah dalam studinya sebelum persahabatan mereka berkembang menjadi jalinan asmara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah asmara ini dikisahkan dalam buku Siti Hasmah: Citra Wanita Dua Zaman. Kisah asmara ini menandai awal hubungan yang berujung pada pernikahan mereka pada 4 Agustus 1956 atau 70 tahun yang lalu.
Setelah menikah, Siti Hasmah pindah ke Alor Setar bersama suaminya dan bertugas sebagai petugas medis di Rumah Sakit Umum Alor Setar, memulai babak baru kehidupannya sebagai seorang istri, dokter, dan ibu.
Saat Mahathir terjun ke dunia politik, sang istri senantiasa mendampinginya dalam berbagai agenda resmi maupun informal sepanjang kiprahnya di ranah publik.
Namun, ia memilih untuk tidak terlibat dalam urusan politik suaminya. Siti memandang perannya sebagai mitra dan sumber dukungan bagi sang suami.
Pada tahun 2021 usia pernikahan mereka sudah mencapai 63 tahun. Mahathir mengungkapkan betapa beruntungnya ia memiliki Siti Hasmah di sisinya dalam mengarungi pasang surut kehidupan.
"Saya beruntung memiliki Hasmah di sisi saya selama 63 tahun, melewati suka dan duka. Dia seorang dokter dan, tentu saja, merupakan sebuah bonus bahwa di usia saya saat ini, ada seorang dokter yang selalu mendampingi saya setiap saat," ujarnya.
Kisah asmara mereka yang begitu panjang juga kerap memantik perhatian publik. Pada tahun 2019, Dr Mahathir membagikan foto mereka berdua saat sedang jalan-jalan di Kuala Lumpur dengan keterangan sederhana: "Sekali sekala bawa Hasmah dating di KL" (Sesekali mengajak Hasmah berkencan di KL).
Pasangan ini dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Datin Paduka Marina, Tan Sri Mokhzani, Mirzan, dan Datuk Seri Mukhriz. Mereka juga memiliki tiga anak angkat, yaitu Maizura, Mazhar, dan Melinda.
Selama bertahun-tahun, ungkapan "di mana ada Mahathir, di situ ada Siti Hasmah" mencerminkan betapa eratnya hubungan mereka berdua.
Kini, setelah 70 tahun menikah, maut telah memisahkan pasangan tersebut. Maut telah mengakhiri kebersamaan yang bermula dari persahabatan sesama mahasiswa kedokteran itu.
Siti Hasmah meninggal dunia di Institut Jantung Negara (IJN) Senin (28/9) lalu pada usia 100 tahun. Siti meninggalkan Mahathir-yang kini berusia 101 tahun.
Lihat juga Video Tak Kuasa Menahan Duka, Tangis Mahathir Pecah di Pemakaman Siti Hasmah










































