Media-media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan mendadak, secara diam-diam, ke Uni Emirat Arab (UEA). Iran menegaskan tidak ada rencana pembicaraan terbaru dengan Amerika Serikat (AS), setelah Presiden Donald Trump memperkirakan negosiasi akan berlanjut.
Dalam kunjungan diam-diam itu, Netanyahu melakukan pertemuan dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Sementara itu media pemerintah Iran melaporkan bahwa tidak ada rencana pembicaraan terbaru dengan AS, setelah Trump yang memperkirakan akan ada negosiasi lebih lanjut dalam waktu dekat dengan Teheran, meskipun dirinya menolak usulan gencatan senjata terbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (28/9/2026):
- Netanyahu Diam-diam Kunjungi Uni Emirat Arab, Ada Apa?
Media-media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan mendadak, secara diam-diam, ke Uni Emirat Arab (UEA). Dalam kunjungan itu, Netanyahu melakukan pertemuan dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Kunjungan diam-diam Netanyahu itu, seperti dilansir AFP, Senin (28/9/2026), diungkapkan oleh sejumlah media Israel, seperti televisi Channel 12 dan KAN, kemudian surat kabar Haaretz dan The Jerusalem Post dalam laporan pada Minggu (27/9).
Tidak disebutkan lebih lanjut oleh media-media Israel itu mengenai sumber laporan mereka.
- Siti Hasmah Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun
Dr Siti Hasmah, istri dari mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, meninggal dunia dalam usia 100 tahun.
Kabar berpulangnya Siti Hasmah, seperti dilansir The Star, Senin (28/9/2026), dikonfirmasi oleh putranya, Mokhzani Mahathir, saat dihubungi kantor berita Bernama pada Senin (28/9) waktu setempat.
Laporan Bernama menyebutkan bahwa Siti Hasmah meninggal dunia di Institut Jantung Nasional (IJN) pada Senin (28/9) pagi waktu setempat.
- Trump Disebut Tawarkan Senjata Buatan AS ke Xi Jinping
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menawarkan penjualan senjata AS kepada China, bahkan menawarkannya secara langsung kepada Presiden Xi Jinping. Tawaran ini disampaikan Trump untuk merespons kekhawatiran Beijing mengenai penjualan senjata AS kepada Taiwan.
Informasi tersebut, seperti dilansir AFP, Senin (28/9/2026), diungkapkan oleh Duta Besar AS untuk China, David Perdue, dalam wawancara dengan media terkemuka AS, Fox News, yang ditayangkan pada Minggu (27/9) waktu setempat.
China mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayah kedaulatannya, dan penjualan senjata AS ke pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu telah sejak lama menjadi isu sensitif antara Washington dan Beijing.
- Tolak Tawaran Gencatan Senjata Iran, Trump Pilih Lanjut Negosiasi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan negosiasi dengan Iran akan berlanjut dalam waktu dekat, meskipun dirinya telah menolak usulan terbaru Teheran mengenai gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pra pejabat Iran mengajukan usulan terbaru soal rencana gencatan senjata selama tujuh hari, yang diikuti dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, jika AS memenuhi syarat-syarat Teheran. Usulan itu disampaikan kepada mediator konflik AS-Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pekan lalu.
Trump menolak usulan Iran tersebut, dan sempat mempertimbangkan untuk kembali menyerang Teheran. Namun saat berbicara kepada media Axios, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Senin (28/9/2026), Trump mengatakan bahwa dirinya memperkirakan negosiasi akan berlanjut.
- Balas Trump, Iran Bilang Tak Ada Rencana untuk Negosiasi Lagi
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa tidak ada rencana pembicaraan terbaru dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini menanggapi pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang memperkirakan akan ada negosiasi lebih lanjut dengan Teheran, meskipun dirinya menolak usulan gencatan senjata terbaru.
"Delegasi Iran di New York (untuk Sidang Majelis Umum PBB) tidak memiliki rencana untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat," sebut kantor berita resmi IRNA, yang mengutip sumber anonim yang dekat dengan delegasi Iran, seperti dilansir AFP, Senin (28/9/2026).
Trump mengatakan kepada media Axios pada Minggu (27/9) bahwa dirinya memperkirakan negosiasi dengan Iran akan segera dilanjutkan, sehari setelah dia menolak usulan Teheran untuk gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.










































