Militer Israel mengumumkan bahwa sedikitnya dua tentara mereka tewas di Jalur Gaza. Kedua tentara Israel itu tewas akibat terkena ledakan drone militer mereka sendiri yang dikerahkan ke daerah kantong Palestina tersebut.
Laporan sumber-sumber berbahasa Ibrani, seperti dilansir AFP dan Middle East Monitor, Sabtu (26/9/2026),menyebutkan bahwa drone militer Israel itu meledak di dekat unit pasukan Israel yang ditugaskan di Jalur Gaza, pada Kamis (24/9) waktu setempat.
"Drone (militer Israel) itu jatuh di sebuah pos militer di Jalur Gaza, tetapi tidak meledak. Para tentara mendekati drone tersebut, yang kemudian meledak beberapa saat kemudian," tutur sumber militer Israel yang berbicara kepada AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insiden ini sedang ditinjau," imbuhnya.
Militer Israel mengidentifikasi kedua tentara yang tewas sebagai Nadav Kali, yang berusia 24 tahun, dan Ofek Moalem, yang berusia 23 tahun. Keduanya berasal dari Batalion ke-7007, Brigade ke-16.
Beberapa tentara Israel lainnya, yang jumlah tidak disebutkan secara jelas, mengalami luka-luka dalam insiden yang sama. Beberapa tentara yang luka itu dilaporkan mengalami luka serius.
Para tentara yang luka, menurut sumber-sumber tersebut, dilarikan ke Rumah sakit Barzilai di Ashkelon untuk mendapatkan perawatan medis. Mereka diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter militer Israel.
Laporan dari pihak Israel menyebut insiden itu sebagai kecelakaan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai situasi atau penyebab ledakan drone itu.
Kematian itu menambah jumlah tentara Israel yang tewas selama perang berkecamuk di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Operasi militer Israel terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah disepakati sejak Oktober 2025 lalu.
Menurut data yang dirilis militer Israel, sebanyak 970 tentara Israel tewas sejak awal perang. Dari jumlah tersebut, tujuh tentara di antaranya tewas di Jalur Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan.
Rentetan serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza. menurut data otoritas kesehatan Gaza, telah merenggut hampir 74.000 nyawa warga Palestina.










































