Agenda Netanyahu di AS Ternyata Singkat dan Tak Temui Trump, Kenapa?

Agenda Netanyahu di AS Ternyata Singkat dan Tak Temui Trump, Kenapa?

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 23 Sep 2026 16:29 WIB
Netanyahu dan Trump saat bertemu di Mar-a-Lago di Florida, AS, pada Desember 2025 (dok. REUTERS/Jonathan Ernst)
Netanyahu dan Trump saat bertemu di Mar-a-Lago di Florida, AS, pada Desember 2025 (dok. REUTERS/Jonathan Ernst)
Tel Aviv -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tidak akan melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selama kunjungannya ke AS pekan ini. Netanyahu hanya akan berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kemudian kembali lagi ke Israel.

Surat kabar terkemuka Israel, Haaretz, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (23/9/2026), melaporkan bahwa Netanyahu hanya akan melakukan kunjungan "singkat" ke New York untuk berpidato di markas besar PBB, lalu pulang tanpa bertemu Trump.

Haaretz menyebut pidato Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB itu dimaksudkan untuk menarik hati para pemilih di Israel, sekitar satu bulan sebelum pemilu legislatif digelar. Laporan Haaretz juga menyebut Netanyahu diperkirakan akan menghadapi "sambutan yang bermusuhan" di New York.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu dijadwalkan bertolak ke AS pada Rabu (23/9) dan kembali ke Israel beberapa jam setelah menyampaikan pidatonya pada Kamis (23/9) waktu AS.

ADVERTISEMENT

"Netanyahu tidak berhasil mengatur pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump atau pejabat-pejabat senior pemerintahannya, dan belum jelas apakah dia akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio," ungkap Haaretz dalam laporannya.

Surat kabar terkemuka Israel itu menggambarkan jadwal pertemuan Netanyahu "sangat minim" selama di New York, yang hanya mencakup dua pertemuan di sela-sela Sidang umum PBB dengan para pemimpin yang dianggap sebagai "pendukung Israel". Tidak disebutkan lebih lanjut soal siapa saja pemimpin yang dimaksud.

Mengenai pidato Netanyahu di Sidang Umum PBB, Haaretz menyebutnya sebagai "pidato kampanye yang utamanya ditujukan bagi calon pemilih di Israel". Pemilu legislatif Israel dijadwalkan digelar pada 27 Oktober mendatang.

Sumber lainnya yang dikutip Haaretz menyebutkan bahwa pidato Netanyahu akan berfokus pada "perang melawan Iran dan kerja sama erat dengan Presiden AS" Donald Trump.

Netanyahu dijadwalkan berpidato pada Kamis (24/9) malam, sekitar pukul 21.00 waktu Israel, atau Jumat (25/9) dini hari, sekitar pukul 01.00 dini hari WIB. Menurut Haaretz, dia akan langsung meninggalkan AS dan kembali ke Israel beberapa jam kemudian, demi memastikan kedatangannya sebelum hari raya Yahudi Sukkot dimulai pada Jumat (25/9) petang waktu Israel.

Selama berada di New York, Netanyahu akan mendapatkan pengamanan luar biasa, terutama mengingat adanya rencana aksi protes. Haaretz melaporkan bahwa Netanyahu diperkirakan akan menghadapi "sambutan yang bermusuhan" baik di jalanan atau di ruang Sidang Umum PBB sebelum naik podium.

"Para duta besar dan anggota delegasi diplomatik mungkin akan meninggalkan ruangan, melontarkan interupsi, atau membentangkan poster yang mengecamnya," sebut Haaretz dalam laporannya.

Tonton juga video "Netanyahu Semprot Mamdani: Memalukan, Anda Dukung Monster Teroris Hamas!"

Halaman 3 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini