Partainya Putin Pertahankan Dominasi Parlemen dalam Pemilu Rusia

Partainya Putin Pertahankan Dominasi Parlemen dalam Pemilu Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Sep 2026 14:47 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. AFP/ALEXANDER NEMENOV)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. AFP/ALEXANDER NEMENOV)
Moskow -

Partai Rusia Bersatu yang berkuasa, dan dipimpin Presiden Vladimir Putin, meraih kemenangan mutlak dalam pemilu parlemen Rusia yang digelar pekan lalu. Pelaksanaan pemilu yang berlangsung selama empat hari berturut-turut itu diwarnai serangan siber dan rentetan serangan drone Ukraina.

Pemilu parlemen, yang digelar untuk mengisi seluruh kursi di majelis rendah parlemen Rusia atau State Duma ini, merupakan yang pertama diselenggarakan sejak Moskow melancarkan invasi skala besar ke Ukraina pada tahun 2022. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (21/9/2026).

Tidak ada partai penentang perang yang diizinkan ikut berpartisipasi dalam pemilu ini. Mahkamah Agung Rusia bahkan mencoret partai anti-perang, Yabloko, dari daftar peserta pemilu beberapa minggu sebelum pemungutan suara berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemungutan suara yang berlangsung antara 18-20 September waktu setempat ini juga digelar di wilayah-wilayah Ukraina yang diduduki dan dianeksasi oleh Rusia.

ADVERTISEMENT

Tingkat partisipasi pemilih dapat menjadi tolok ukur opini publik terhadap konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Hasil pemilu yang dipublikasikan oleh media pemerintah Rusia pada Senin (21/9) dini hari waktu setempat menyebutkan bahwa setelah lebih dari 71 persen suara dihitung, Partai Rusia Bersatu memperoleh 57,5 suara.

Partai Komunis memperoleh 14 persen suara dan Partai LDPR meraup hanya 8,7 persen suara.

Menurut proyeksi kantor berita negara TASS, Partai Rusia Bersatu yang kini berkuasa diperkirakan akan mempertahankan mayoritas dua pertiga dari total 450 kursi parlemen di State Duma, yang memungkinkannya untuk mengubah konstitusi.

Hasil resmi awal dan data tingkat partisipasi pemilih diperkirakan akan dirilis pada Senin (21/9) pagi waktu setempat.

Pemilu Parlemen Rusia Diwarnai Serangan Siber-Gempur Drone Ukraina

Saat pemungutan suara memasuki hari terakhir pada Minggu (20/9), ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia Ella Pamfilova mengumumkan adanya gelombang serangan siber yang menargetkan infrastruktur pemilu. Dia tidak menyebutkan siapa pihak yang bertanggung jawab.

Serangan-serangan siber itu, sebut Pamfilova, tampaknya dilakukan oleh "kelompok-kelompok yang sangat profesional dan terkoordinasi dengan baik, yang menggunakan perangkat kecerdasan buatan (AI)".

Sementara itu, gelombang serangan drone Ukraina menghujani wilayah Moskow dan sekitarnya pada hari terakhir pemungutan suara. Serangan itu memicu kebakaran pada sebuah kilang minyak dan menewaskan sedikitnya dua orang.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin melaporkan bahwa sedikitnya 1.600 drone diluncurkan oleh Ukraina, dalam serangan terbesar terhadap Moskow sejak perang berkecamuk. Sebanyak 450 drone di antaranya diarahkan ke ibu kota Rusia.

Rusia bersumpah akan "meningkatkan intensitas" serangan mereka terhadap Kyiv sebagai respons atas gelombang serangan drone itu.

Simak juga Video 'Drone Ukraina Serang Kilang Minyak di Moskow, Asap Tebal Membubung':

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini