Topan Dujuan yang membawa hujan disertai angin kencang bergerak semakin mendekati wilayah Jepang. Topan ini memaksa pembatalan sedikitnya 275 penerbangan di berbagai wilayah Jepang pada Senin (21/9) waktu setempat.
Topan ini, seperti dilansir AFP, Senin (21/9/2026), memicu peringatan akan curah hujan yang berpotensi memecahkan rekor saat bergerak mendekati Tokyo, ibu kota Jepang.
Topan Dujuan juga menyebabkan penutupan lebih awal salah satu pameran video gim terbesar di ibu kota Jepang dan memutuskan aliran listrik bagi ribuan rumah juga bangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Meteorologi Jepang (JMA), pada Minggu (20/9), memperingatkan bahwa intensitas hujan dan angin diperkirakan akan meningkat, bahkan sebelum topan itu menyentuh daratan.
"Total curah hujan hingga Selasa (22/9) dapat melampaui rata-rata curah hujan bulanan untuk bulan September, yang menghasilkan hujan lebat yang memecahkan rekor," kata JMA dalam peringatannya.
Kecepatan angin yang dibawa topan Dujuan dilaporkan mencapai 144 kilometer per jam, saat topan itu berada di sekitar 110 kilometer Hachijojima, salah satu pulau terluar Tokyo.
Pada Senin (21/9), lebih dari 4.000 rumah di area Chiba, yang bertetangga dengan Tokyo, mengalami pemadaman listrik. JMA dan otoritas setempat memperingatkan warga soal potensi hujan lebat dan tanah longsor.
Sementara itu, maskapai Japan Airlines membatalkan sedikitnya 120 penerbangan domestik dan 15 penerbangan internasional. Maskapai Jepang lainnya, All Nippon Airways, membatalkan 140 penerbangan domestik.
Operator kereta api di Tokyo dan area sekitarnya menghentikan layanan di sejumlah jalur imbas topan Dujuan.
Tidak hanya itu, topan Dujuan juga membuat Tokyo Game Show, salah satu pameran dagang video gim terbesar di dunia yang dimulai pada Kamis (17/9), dibatalkan pada Senin (21/9) yang merupakan hari terakhir penyelenggaraannya.
Sebuah festival musik outdoor berskala besar dan pertandingan bisbol yang dijadwalkan berlangsung di Chiba juga dibatalkan.
Lihat juga Video 'Banjir Merendam Prefektur Chiba Jepang, 8 Orang Tewas':










































