Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo di perairan Selat Hormuz yang strategis. IRGC menuduh kapal tanker itu melakukan "pelayaran ilegal" di jalur perairan yang vital bagi pasokan minyak dan gas global.
Selat Hormuz terdampak perang yang berkecamuk antara Iran dan Amerika Serikat (AS) sejak akhir Februari lalu. Teheran memblokade jalur perairan tersebut dari setiap aktivitas pelayaran, dan bahkan berencana memungut biaya transit.
Pasukan militer Iran bahkan menyerang kapal-kapal yang nekat berlayar di Selat Hormuz, yang mereka tuduh berupaya menghindari rute pelayaran yang telah ditetapkan oleh Teheran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapal tanker minyak berbendera Togo bernama 'Trend' telah menjadi target dan ditahan setelah terjadi kebakaran di atas kapal," demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC yang dilaporkan oleh kantor berita IRNA, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Jumat (18/9/2026).
IRGC, dalam pernyataannya, menyebut kapal tanker minyak yang berlayar pada Kamis (17/9) malam itu "berniat untuk melintas secara ilegal di Selat Hormuz setelah dihasut dan diperdaya oleh militer Amerika pembunuh anak-anak".
Ditegaskan oleh IRGC bahwa pasukannya tetap menguasai jalur perairan strategis tersebut dan akan mengadang kekuatan mana pun yang mereka anggap sebagai "agresor".
Mereka juga kembali menyampaikan peringatan kepada kepada para pemilik kapal dan awaknya.
"Pelayaran ilegal melalui Selat Hormuz tidak akan menghasilkan apa pun selain kehancuran bagi kapal-kapal yang melanggar," tegas IRGC.
Sejauh ini belum ada verifikasi independen mengenai klaim serangan Iran di Selat Hormus tersebut. Tidak diketahui secara jelas soal status kapal tanker yang dimaksud, termasuk soal kebakaran yang disebut terjadi di atas kapal.
Pernyataan IRGC tidak menyebutkan soal muatan, awak kapal, atau kemungkinan adanya korban luka, serta apakah kapal itu masih mengapung atau tidak.
Secara terpisah, Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO), operasi keamanan maritim yang dikelola Angkatan Laut Inggris, melaporkan pada Kamis (17/9) bahwa terjadi "insiden keamanan di Selat Hormuz, 16 mil laut sebelah timur laut Khasab, Oman".
UKMTO tidak memberikan rincian mengenai kapal yang terlibat insiden. Tidak diketahui secara jelas apakah insiden itu melibatkan kapal yang sama dengan yang disebutkan IRGC dalam pernyataannya.
Simak juga Video 'Pertemuan Iran dan Negara Teluk Soal Selat Hormuz Ditunda':










































