Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, jatuh sakit setelah kembali ke negaranya usai menghadiri KTT BRICS di India. Untuk sementara waktu, Ramaphosa yang berusia 73 tahun ini akan absen dari berbagai agenda kegiatan publik.
Kantor kepresidenan Afsel, seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (17/9/2026), mengumumkan pada Rabu (16/9) bahwa Ramaphosa telah menarik diri dari kegiatan publik karena masalah kesehatan, atas saran tim dokter yang menanganinya.
Ramaphosa kembali ke Afsel pada Senin (14/9) waktu setempat, setelah menghadiri KTT yang dihadapi para pemimpin BRICS di India. Menurut kantor kepresidenan Arsel, Rampahosa disarankan oleh tim dokternya untuk beristirahat dan memulihkan kondisi kesehatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemimpin blok BRICS, yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afsel, telah merampungkan KTT selama dua hari di New Delhi, ibu kota India, pada Minggu (13/9) waktu setempat. Pembahasan dalam KTT BRICS itu fokus pada pertumbuhan global yang inklusif dan situasi di Timur Tengah.
Absennya Ramaphosa dari tugas negara ini terjadi saat Wakil Presiden Afsel, Paul Mashatile, juga masih dalam masa pemulihan usai menjalani prosedur medis ringan.
Dengan demikian, kedua pemimpin tertinggi Afsel saat ini tidak dapat menjalankan tugas publik untuk sementara waktu.
Pernyataan dari kantor kepresidenan Afsel menyebutkan bahwa Ramaphosa telah meminta para menteri kabinetnya untuk mewakilinya dalam acara-acara publik yang telah dijadwalkan jika memungkinkan. Tidak disebutkan lebih lanjut soal berapa lama Ramaphosa akan absen.
"Jika memungkinkan, Presiden telah meminta para menteri terkait untuk mewakili dirinya dalam agenda kegiatan yang telah dijadwalkan," demikian pernyataan kantor kepresidenan Afsel.
Laporan South African Broadcasting Corporation menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Afsel, Ronald Lamola, akan memimpin delegasi Afsel dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun ini, menggantikan Ramaphosa yang berhalangan hadir.
Absenya Ramaphosa dan Mashatile secara bersamaan ini terjadi saat Afsel memasuki masa politik yang semakin sibuk menjelang pemilu daerah pada 4 November mendatang.










































