Houthi Bantah Saudi soal Serangan Drone ke Mekkah: Tudingan Basi

Houthi Bantah Saudi soal Serangan Drone ke Mekkah: Tudingan Basi

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 16 Sep 2026 10:22 WIB
A member of Houthi security forces mans a machine gun mounted on the back of a patrol vehicle at the site of an anti-Saudi rally amid an escalation with the kingdom, in Sanaa, Yemen, July 31, 2026. REUTERS/Khaled Abdullah
Foto: Ilustrasi pasukan Houthi (REUTERS/Khaled Abdullah)
Jakarta -

Pejabat biro politik kelompok Houthi, Hazem al-Assad, membantah pernyataan koalisi Arab Saudi yang mengaku telah menembak jatuh pesawat nirawak (drone) ke Mekkah. Menurutnya tuduhan tersebut merupakan 'kebohongan usang' yang sudah basi.

"Klaim mengenai penargetan Mekkah adalah kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya," tulis Hazem al-Assad dari biro politik Houthi di akun Xnya, dilansir AFP, Rabu (16/9/2026).

Ia menyebut klaim Saudi tersebut tidak dapat membohongi siapapun karena sudah pernah digunakan sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak lagi dapat memperdaya siapa pun," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Saudi Cegat Drone Kiriman Houthi

Sebelumnya, kelompok Houthi disebut meluncurkan pesawat nirawak atau drone ke wilayah Arab Saudi, tepatnya di dekat Mekkah. Drone tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi.

Dilansir Anadolu Agency, Rabu (16/9/2026), serangan drone terjadi pada Selasa (15/9) pukul 18.50 waktu setempat. Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki al-Malki, mengatakan drone berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang dan puing-puingnya jatuh di sebelah selatan kota tersebut.

Al-Malki menyebut insiden ini sebagai upaya kedua Houthi untuk menargetkan Mekkah. Kelompok tersebut sebelumnya sempat meluncurkan rudal balistik ke Mekkah pada 27 Juli 2017.

Ia menegaskan bahwa keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah merupakan "garis merah," seraya berjanji bahwa koalisi akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah serangan lebih lanjut.


Peringatan Darurat

Seperti diketahui, Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan darurat yang memperkirakan adanya potensi serangan di sejumlah wilayah, termasuk kota suci Mekkah dan kota terbesar kedua, Jeddah. Peringatan itu menyusul serangkaian serangan selama sepekan terakhir oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran, yang kian menyeret negara itu ke dalam konflik Timur Tengah.

Dilansir Reuters, Selasa (15/9), peringatan tersebut segera dicabut tak lama dikeluarkan. Otoritas Saudi tidak melaporkan adanya proyektil yang jatuh, ataupun adanya pihak yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.

Peringatan kali ini mencakup wilayah terluas sejak eskalasi konflik pekan lalu; bunyi sirene peringatan di Mekkah pun menjadi yang pertama kalinya terjadi selama perang ini di kota tersebut, yang merupakan lokasi situs-situs suci bagi seluruh umat Muslim

Tonton juga video "1 WNI Tewas Usai Diserang Houthi di Selat Bab el-Mandeb"

(yld/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini