Trump Kaji Buka Dokumen 9/11, Ada soal Dugaan Peran Arab Saudi

Trump Kaji Buka Dokumen 9/11, Ada soal Dugaan Peran Arab Saudi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 14 Sep 2026 15:07 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan menindaklanjuti permintaan dari para keluarga korban serangan teroris 11 September 2001 (atau biasa disebut serangan 9/11) untuk membuka lebih banyak dokumen, yang dapat memberikan kejelasan tentang dugaan peran Arab Saudi dalam serangan itu.

Beberapa keluarga korban telah lama menduga bahwa sekelompok pemimpin agama di Arab Saudi mendapatkan pengaruh di pemerintahan Saudi dan membantu para pembajak pesawat dalam serangan 9/11. Diketahui bahwa 15 dari 19 pembajak adalah warga Saudi, tetapi pemerintah Saudi telah lama membantah keterlibatan apa pun dalam serangan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para keluarga korban telah meminta Trump untuk membuka lebih banyak dokumen terkait serangan itu. Ketika ditanya mengenai hal itu pada hari Minggu (13/9) waktu setempat dalam kunjungannya ke Irlandia, Trump mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkannya.

"Saya akan melihatnya ketika saya kembali," kata Trump sesaat sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One untuk kembali ke Washington setelah akhir pekan di Irlandia. "Saya tahu mereka meminta saya pada hari Jumat lalu," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Senin (14/9/2026).

ADVERTISEMENT

Para keluarga korban 9/11 telah terlibat dalam perjuangan hukum yang panjang melawan Arab Saudi. Salah satunya, Terry Strada, yang menyerukan kepada Trump dalam acara peringatan serangan 9/11 pada hari Jumat lalu di New York City agar "mengatakan kepada Saudi untuk berhenti berbohong."

Strada, yang kehilangan suaminya dalam serangan 9/11, mengatakan bahwa para Trump selama ini memilih "melindungi Saudi daripada berpihak kepada keluarga korban 9/11."

"Ini adalah pengkhianatan demi pengkhianatan lainnya," katanya. "Presiden Trump masih bisa mengubahnya," imbuhnya.

Permintaan itu juga mendapat dukungan dari sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat. Mereka meminta pemerintahan Trump merilis sejumlah catatan telepon yang berkaitan dengan serangan 9/11.

Anggota DPR AS dari Partai Republik, Nicole Malliotakis, mengatakan pembukaan dokumen tersebut dapat menjadi kesempatan penting untuk memberikan informasi kepada publik.

Saksikan Live DetikSore :

Lihat juga Video Trump-Kamala Harris Berjabat Tangan di Lokasi Peringatan 9/11

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini