Ukraina Sebut Rusia Serang Kereta Dekat Perbatasan Polandia

Ukraina Sebut Rusia Serang Kereta Dekat Perbatasan Polandia

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 14 Sep 2026 03:06 WIB
A Ukrainian flag is seen on the position of Ukrainian forces in the village of Pervomayske near the eastern Ukrainian city of Donetsk on October 24, 2014. Ukraine wraps up campaigning on October 24 for a weekend vote that will dramatically reshape pa
Foto: AFP PHOTO/ GENYA SAVILOV
Jakarta -

Ukraina menyampaikan bahwa Rusia telah menyerang kereta api yang melintas rute Kyiv-Warsawa. Ukraina pun menyampaikan kecaman atas peristiwa itu.

Dilansir AFP, Senin (14/9/2026), Ukraina mengatakan kereta penumpang rute Kyiv-Warsawa terkena serangan sekitar dua kilometer dari perbatasan Polandia. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Sesaat sebelum lokomotif terkena serangan di perbatasan Ukraina-Polandia, sebuah kereta diplomatik berada di Stasiun Yagodyn. Di dalamnya antara lain terdapat penasihat keamanan dari beberapa negara anggota Uni Eropa dan mantan pemimpin Eropa, termasuk mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson," kata operator kereta api Ukrzaliznytsia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di kereta lain yang berada di Stasiun Yagodyn tepat saat serangan terjadi terdapat mantan Direktur CIA David Petraeus," lanjut pernyataan tersebut. Operator tidak menjelaskan seberapa jauh para pejabat tersebut dari kereta yang diserang.

Zelensky mengatakan Moskow "sengaja" menyerang lokomotif tersebut.

ADVERTISEMENT

"Justru untuk mencegah serangan-serangan ini menyebar lebih jauh ke Eropa, pria dan wanita Ukraina berjuang setiap hari, mempertaruhkan nyawa mereka, dan tidak membiarkan agresi meluas," kata Zelensky.

Sementara itu, Polandia merupakan salah satu sekutu utama Ukraina. Dengan ditutupnya wilayah udara Ukraina, kereta menuju Polandia menjadi salah satu jalur utama keluar dari negara yang dilanda perang tersebut dan banyak digunakan oleh para pengungsi.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk memimpin rapat darurat di Warsawa setelah serangkaian serangan tersebut. Dia memperingatkan bahwa dirinya memperkirakan Rusia akan meningkatkan eskalasi perang "dalam beberapa pekan mendatang".

"Kita tidak dapat mengesampingkan bahwa eskalasi juga akan berdampak pada wilayah kita... Saya berharap tidak," kata Tusk.

Rusia mengatakan pihaknya menyerang "infrastruktur perkeretaapian yang digunakan untuk mengangkut kargo militer" dari negara-negara Eropa.

(aik/aik)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini