Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumbar janji kepada Arab Saudi. Janji itu disampaikan setelah menolak permintaan putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang meminta agar AS menyerang Houthi.
Dilansir Al Arabiya, Sabtu (12/9/2026), MBS sendiri sudah berbicara dengan Trump beberapa kali. Pembicaraan itu terjadi dalam beberapa hari saat Riyadh dan Washington berkoordinasi mengenai situasi memanas di Yaman.
Informasi yang sama dilaporkan Reuters, MBS disebut menelepon Trump sebanyak dua kali pada Kamis (10/9) waktu setempat. MBS mendesak Trump menyerang Houthi.
Janji Trump
Menurut sumber Al Arabiya English, Trump berjanji kepada MBS bahwa AS akan memberikan bantuan intelijen dan penentuan target terkait Houthi.
Pembicaraan tersebut berlangsung seiring peningkatan keterlibatan militer AS dengan Saudi, terutama saat Houthi, yang didukung Iran, mencapai kemajuan signifikan di sepanjang garis pantai Yaman di Laut Merah.
Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, telah tiba di Riyadh beberapa jam terakhir dan diperkirakan akan bertemu dengan para petinggi militer dan pejabat senior pemerintahan Saudi untuk membahas koordinasi.
(zap/fas)