Peringatan 25 Tahun Tragedi 9/11 Digelar di New York Tanpa Trump, Kenapa?

Peringatan 25 Tahun Tragedi 9/11 Digelar di New York Tanpa Trump, Kenapa?

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2026 16:49 WIB
NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 11: (L-R) Dr. Jill Biden, Former President Joe Biden, Laura Bush, Former President George W. Bush, Michael Bloomberg, Vice President JD Vance, Former NYC Mayor Rudy Giuliani attend the ceremony to commemorate the 25th anniversary of the September 11th terrorist attacks on the World Trade Center at the National 9/11 Memorial & Museum on September 11, 2026, in New York City. The United States is marking the 25th anniversary of the terrorist attacks of September 11, 2001, when a group of al-Qaeda hijackers flew airplanes into the World Trade Center, Shanksville, Pennsylvania, and the Pentagon, killing nearly 3,000 people.   Hiroko Masuike - Pool/Getty Images/AFP (Photo by POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Wapres AS JD Vance tampak hadir dalam peringatan tragedi 9/11 di Ground Zero New York, bersama mantan Presiden AS George W Bush, Joe Biden dan mantan pejabat AS lainnya (Getty Images via AFP/POOL)
New York -

Amerika Serikat (AS) memperingati 25 tahun tragedi 9/11 dalam sebuah seremoni mengharukan di Ground Zero, New York, pada Jumat (11/9). Namun Presiden AS Donald Trump tidak hadir langsung dalam acara peringatan resmi tersebut. Kenapa?

Hanya Wakil Presiden AS JD Vance yang hadir dalam acara peringatan di New York, yang juga dihadiri oleh empat mantan Presiden AS yang masih hidup, George W Bush, yang menjabat saat serangan 9/11 terjadi, kemudian Joe Biden, Barack Obama, dan Bill Clinton.

Dalam langkah yang tidak lazim, seperti dilansir AFP dan Hindustan Times, Sabtu (12/9/2026), Trump menghadiri acara peringatan 9/11 yang digelar di markas besar Pentagon, atau Departemen Pertahanan AS, yang ada di Arlington County, Virginia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam serangan teror pada 11 September 2001 silam, salah satu pesawat yang dibajak menghantam markas utama Pentagon hingga menewaskan sedikitnya 184 orang. Total 2.977 korban tewas dalam serangan teror yang juga menghantam menara kembar World Trace Center di New York sekitar 25 tahun yang lalu.

ADVERTISEMENT

Acara peringatan di New York berlangsung secara khidmat, dengan dihadiri para anggota keluarga korban dan diwarnai momen mengenang kembali tragedi 9/11 menit demi menit. Nama-nama para korban dibacakan dan lonceng dibunyikan untuk menandai momen-momen penting dalam serangan tersebut.

Acara peringatan ini pada umumnya bersifat non-politis dan tidak diisi dengan pidato.

Kenapa Trump Tak Hadir dalam Peringatan 9/11 di New York?

Keputusan Trump untuk tidak hadir itu menarik perhatian karena dia berasal dari New York dan pernah menghadiri acara peringatan itu sebelumnya.

Media terkemuka AS, New York Times (NYT), melaporkan bahwa Trump ingin menyampaikan pidato sambutan dalam acara peringatan 9/11 di Ground Zero, New York. Namun acara tahunan tersebut tidak mengizinkan politisi atau pejabat publik untuk berpidato.

Hal tersebut dilaporkan mempengaruhi keputusan Trump untuk menghadiri acara peringatan di Pentagon, di mana dia menyampaikan pidato di podium.

Trump telah membantah laporan NYT tersebut. "Ini adalah contoh Berita Korup lainnya, saya sudah berkali-kali datang ke New York selama bertahun-tahun, dan tidak ada seorang pun yang berpidato, itu adalah 'seremoni yang khidmat'," sebutnya.

Dalam wawancara dengan stasiun radio 77 WABC pada Jumat (11/9), Trump kembali menepis laporan yang menyebut dirinya tidak hadir di New York karena tidak diizinkan berpidato.

"Itu sama sekali tidak benar. Saya tidak menuntut untuk berpidato," tegasnya, seperti dilansir The Hill.

"Saya sudah cukup sering berbicara, hal terakhir yang ingin saya lakukan adalah berpidato," ucap Trump. "Saya tidak membutuhkannya untuk alasan apa pun," imbuhnya.

Trump Kaitkan Tragedi 9/11 dengan Perang Iran dalam Pidatonya

Dalam pidato di Pentagon, Trump berupaya mengaitkan "perang melawan teror" pasca-tragedi 9/11 -- yang memicu keterlibatan AS selama bertahun-tahun dalam berbagai konflik di Timur Tengah -- dengan perang melawan Iran yang terus berlanjut.

"Hari ini kita memperbarui sumpah suci yang pertama kali kita ucapkan atas nama mereka seperempat abad yang lalu. Kita tidak akan pernah, sama sekali tidak akan pernah, melupakan peristiwa itu. Itulah kenapa kita berjuang hari ini," kata Trump saat berpidato dalam acara peringatan di Pentagon, Jumat (11/9).

"Kita tidak punya pilihan. Hanya ada kemenangan. Kita berjuang keras. Kita berjuang untuk menang," tegas Presiden AS itu, yang didampingi oleh Ibu Negara AS Melania Trump.

Tonton juga video "Tribute in Light: Dua Berkas Cahaya Peringatan Tragedi 9/11 di New York"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini