Penerbangan pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One yang membawa Presiden Donald Trump sempat ditunda setelah perosotan atau seluncuran darurat di pesawat itu tiba-tiba terbuka.
Insiden ini memunculkan pertanyaan baru mengenai keamanan pesawat hadiah dari Qatar tersebut.
Hal ini, seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (11/9/2026), terjadi di Joint Base Andrews sebelum Trump terbang ke Dallas untuk menghadiri Konvensi Partai Republik pada Rabu (9/9) waktu setempat. Perosotan darurat itu aktif tiba-tiba dan terkembang sesaat sebelum Trump dijadwalkan naik pesawat.
Imbasnya, Trump harus menunggu cukup lama di dalam helikopter kepresidenan AS, Marine One, sebelum menaiki pesawat.
Saat berbicara kepada wartawan di landasan sebelum menaiki pesawat, Trump mengatakan bahwa para petugas sedang memeriksa salah satu perosotan darurat dari Boeing 747 yang terbuka secara tidak sengaja. Perosotan pesawat itu biasa digunakan untuk evakuasi darurat.
"Mereka sedang memeriksa seluncuran itu di sini, dan menurut saya itu akan memakan waktu 15 menit," ucapnya.
Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa "personel militer secara tidak sengaja mengaktifkan perosotan darurat itu".
Aspek keselamatan pesawat kepresidenan baru AS itu telah berulang kali dipertanyakan. Isu ini memuncak dalam sebuah insiden dramatis baru-baru ini di Turki, ketika Trump diam-diam beralih menggunakan pesawat lainnya di tengah kekhawatiran terkait keamanan, saat perang melawan Iran masih berlangsung.
(nvc/ita)