Rusia mengumumkan pasukannya telah menembak jatuh ratusan drone Ukraina yang terdeteksi di wilayahnya dalam semalam. Moskow juga melaporkan bahwa sedikitnya empat orang tewas akibat serangan drone Kyiv.
Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (9/9/2026), melaporkan bahwa sedikitnya 596 drone Ukraina telah ditembak jatuh oleh pasukannya dalam semalam.
Rentetan serangan drone Kyiv itu memakan korban jiwa di wilayah Krasnodar. Gubernur Krasnodar, Veniamin Kondratyev, melaporkan bahwa sedikitnya empat orang, termasuk seorang bocah, tewas akibat serangan drone yang menghantam area Novorossoysk, Krasnodar bagian selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Militer kami berhasil menangkis serangan drone musuh dalam skala besar yang menargetkan wilayah ini sepanjang malam, dengan Novorossiysk menjadi wilayah yang paling terdampak parah," kata Kondratyev dalam pernyataan via Telegram.
Dia menambahkan bahwa 29 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan drone di Novorossiysk.
Novorossiysk yang merupakan kota pelabuhan penting di Krasnodar, tergolong sering menjadi target serangan drone Ukraina. Kota tersebut menjadi jalur utama bagi ekspor minyak Rusia, juga bagi produk minyak dan ekspor biji-bijian, di anatra komoditas lainnya.
Wali Kota Novorossiysk, Andrei Kravchenko, mengatakan pada Rabu (9/9) bahwa puing-puing drone jatuh di area sejumlah tempat usaha dan di dekat sebuah bangunan permukiman.
Disebutkan bahwa kebakaran terjadi setelah serangan menghantam area tersebut.
Di Anapa, kota lain yang ada di wilayah Krasnodar bagian selatan, menurut Kondratyev, setidaknya tiga rumah pribadi dan sebuah taman kanak-kanak (TK) mengalami kerusakan akibat puing-puing drone. Namun demikian, tidak ada laporan korban luka.
Rentetan serangan drone Ukraina ini terjadi sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden AS Donald Trump, untuk membahas cara-cara penyelesaian konflik di Ukraina.
Percakapan telepon pada Selasa (8/9) waktu setempat itu digelar di tengah upaya Washington untuk mendorong pertemuan tatap muka antara Rusia dan Ukraina.
Kyiv menyatakan bahwa pertemuan tatap muka itu dapat terlaksana bulan ini, namun Kremlin menilai masih "terlalu dini" untuk membahas lokasi atau tanggal pertemuan.
Baca juga: Zelensky Klaim Rusia Siap Bernegosiasi |
Simak juga Video 'Putin Mau Perang Ukraina Berakhir, Bukan Cuma Dibekukan':










































