Rusia kembali menghujani Kyiv, Ukraina dengan drone dan rudal pada Selasa (8/9) dini hari waktu setempat. Rusia melanjutkan serangan udaranya setelah jeda singkat selama kunjungan para negosiator perdamaian Amerika Serikat.
Dilansir kantor berita Reuters, Selasa (8/9/2026), serangan terbaru Rusia ini menewaskan dua orang dan memicu kebakaran di seluruh ibu kota Ukraina tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko mengatakan 10 orang lainnya terluka di kota itu. Sementara puing-puing yang berjatuhan di satu distrik menyebabkan kebakaran di sebuah gedung apartemen lima lantai dan sebuah blok perumahan tiga lantai.
Serangan itu merusak setidaknya 14 gedung tinggi, sebuah asrama, sebuah sekolah, sebuah klinik, gudang, dan lokasi lainnya, kata para pejabat.
Jeda singkat dalam serangan
Rusia melanjutkan serangannya setelah dua utusan perdamaian Amerika Serikat, Jared Kushner dan Steve Witkoff meninggalkan Kyiv usai pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Minggu lalu. Pertemuan ini digelar seiring pemerintahan Presiden Donald Trump melanjutkan upayanya untuk mengakhiri perang Rusia selama 4,5 tahun di Ukraina.
"Begitu utusan perdamaian presiden AS pergi, (Presiden Rusia Vladimir) Putin kembali melancarkan serangan besar dan mengerikan terhadap Kyiv," tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha di media sosial X.
"Rudal balistiknya berbicara lebih keras daripada kata-katanya tentang diplomasi," kata Sybiha. Dia mendesak negara-negara sekutu untuk meningkatkan tekanan pada Moskow, serta menyediakan pencegat untuk menembak jatuh rudal balistik, karena persediaan rudal Kyiv sangat menipis.
Baca juga: Zelensky Klaim Rusia Siap Bernegosiasi |
Simak juga Video 'Putin Mau Perang Ukraina Berakhir, Bukan Cuma Dibekukan':
(ita/ita)









































