Sempat Berhenti Saat Kunjungan Utusan AS, Rusia Kembali Gempur Ukraina

Sempat Berhenti Saat Kunjungan Utusan AS, Rusia Kembali Gempur Ukraina

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 08 Sep 2026 17:12 WIB
Kerusakan di Kyiv, ibu kota Ukraina akibat serangan rudal Rusia (Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Kerusakan di Kyiv, ibu kota Ukraina akibat serangan rudal Rusia (Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Jakarta -

Rusia kembali menghujani Kyiv, Ukraina dengan drone dan rudal pada Selasa (8/9) dini hari waktu setempat. Rusia melanjutkan serangan udaranya setelah jeda singkat selama kunjungan para negosiator perdamaian Amerika Serikat.

Dilansir kantor berita Reuters, Selasa (8/9/2026), serangan terbaru Rusia ini menewaskan dua orang dan memicu kebakaran di seluruh ibu kota Ukraina tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko mengatakan 10 orang lainnya terluka di kota itu. Sementara puing-puing yang berjatuhan di satu distrik menyebabkan kebakaran di sebuah gedung apartemen lima lantai dan sebuah blok perumahan tiga lantai.

Serangan itu merusak setidaknya 14 gedung tinggi, sebuah asrama, sebuah sekolah, sebuah klinik, gudang, dan lokasi lainnya, kata para pejabat.

ADVERTISEMENT

Jeda singkat dalam serangan

Rusia melanjutkan serangannya setelah dua utusan perdamaian Amerika Serikat, Jared Kushner dan Steve Witkoff meninggalkan Kyiv usai pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Minggu lalu. Pertemuan ini digelar seiring pemerintahan Presiden Donald Trump melanjutkan upayanya untuk mengakhiri perang Rusia selama 4,5 tahun di Ukraina.

"Begitu utusan perdamaian presiden AS pergi, (Presiden Rusia Vladimir) Putin kembali melancarkan serangan besar dan mengerikan terhadap Kyiv," tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha di media sosial X.

"Rudal balistiknya berbicara lebih keras daripada kata-katanya tentang diplomasi," kata Sybiha. Dia mendesak negara-negara sekutu untuk meningkatkan tekanan pada Moskow, serta menyediakan pencegat untuk menembak jatuh rudal balistik, karena persediaan rudal Kyiv sangat menipis.

Simak juga Video 'Putin Mau Perang Ukraina Berakhir, Bukan Cuma Dibekukan':

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini