Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengancam serangan pembalasan yang lebih dahsyat jika Amerika Serikat (AS) terus melanjutkan serangan terhadap negaranya. Ghalibaf menegaskan bahwa era untuk serangan pembalasan yang proporsional "telah berakhir".
Ancaman terbaru ini, seperti dilansir AFP, Senin (7/9/2026), disampaikan Ghalibaf setelah Teheran menyerang kapal-kapal perang AS di Selat Hormuz, untuk membalas serangan pasukan Amerika terhadap kapal-kapal tanker Iran.
Aksi saling serang tersebut, yang diawali oleh serangan skala besar AS pekan lalu, terjadi di tengah kebuntuan dalam konflik yang telah berkecamuk selama enam bulan terakhir antara kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran tetap mempertahankan kendali ketatnya atas Selat Hormuz yang strategis, sedangkan AS terus melakukan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran sebagai balasannya.
Washington juga berupaya melumpuhkan perekonomian Iran, dengan menjatuhkan rentetan sanksi baru terhadap entitas yang memiliki hubungan finansial dengan negara tersebut, sebagai langkah untuk memaksa Teheran tunduk.
Ghalibaf, dalam pidato yang disiarkan oleh media pemerintah Iran pada Minggu (6/9) waktu setempat, mengancam akan melancarkan pembalasan yang lebih cepat dan lebih dahsyat terhadap serangan-serangan AS.
"Pihak Amerika harus memahami bahwa era tanggapan yang proporsional telah berakhir," kata Ghalibaf dalam pidatonya.
"Setiap agresi terhadap kepentingan dan keamanan Iran akan dibalas dengan tanggapan yang lebih cepat, lebih intens, dan lebih menyakitkan," tegas Ghalibaf, yang juga bertindak sebagai kepala negosiator Iran dalam perundingan dengan AS untuk mengakhiri perang.
AS Serang Kapal Tanker Iran, Teheran Balas Gempur Kapal Perang Amerika
Ancaman Ghalibaf itu dilontarkan setelah pasukan AS menyerang setidaknya tiga kapal tanker Iran pada akhir pekan. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan, pada Sabtu (5/9), bahwa Iran gagal dalam upayanya menembaki dua kapal perang Amerika -- sebuah kapal induk dan sebuah kapal perusak.
Sebagai tanggapan, menurut CENTCOM, pasukan AS menyerang tiga kapal tanker minyak yang disebut terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
CENTCOM mengklaim serangan AS telah "melumpuhkan" dua kapal tanker minyak Iran di lepas pantai Pulau Kharg dan "menghancurkan sepenuhnya" sebuah kapal tanker minyak mentah Iran, yang sedang tidak membawa muatan, di Laut Oman.
Video yang dirilis militer AS memperlihatkan bola api raksasa dan kobaran api membubung tinggi setelah proyektil menghantam kapal-kapal itu.
Disebutkan oleh CENTCOM bahwa ketiga kapal tanker Iran itu merupakan "bagian dari jaringan bayangan bernilai miliaran dolar Amerika yang mendanai IRGC dan proksi regionalnya".
IRGC, dalam pernyataannya, mengumumkan pasukannya melancarkan serangan balasan, dengan menargetkan sebuah drone angkatan laut AS, juga menargetkan "tiga kapal tanker minyak yang melintasi jalur tidak resmi di Selat Hormuz dan tiga kapal yang terafiliasi dengan Amerika, pembunuh anak-anak, di area lainnya".
CENTCOM, dalam pernyataannya, mengklaim kapal-kapal perang Amerika "berhasil menghindari" serangan-serangan Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan AS terhadap kapal tanker minyak negara tersebut sebagai "aksi ilegal dan agresif".
Lihat juga Video Iran Balas Serangan AS, Kapal Induk & Kapal Perusak Jadi Sasaran










































