200 Hari Berlayar, USS Abraham Lincoln Akhirnya Berlabuh di Thailand

200 Hari Berlayar, USS Abraham Lincoln Akhirnya Berlabuh di Thailand

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 02 Sep 2026 10:38 WIB
USS Abraham Lincoln berlabuh di pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Rabu (2/9) pagi (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
USS Abraham Lincoln berlabuh di pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Rabu (2/9) pagi (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Bangkok -

Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, akhirnya tiba dan berlabuh di pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Rabu (2/9) pagi waktu setempat. Kapal induk AS ini akhirnya singgah di daratan usai berlayar selama lebih dari 200 hari, termasuk menjalani masa pengerahan panjang di kawasan Timur Tengah.

USS Abraham Lincoln, seperti dilansir Reuters, Rabu (2/9/2026), menjadi sorotan setelah mencuat laporan mengenai masalah kesehatan mental dan kondisi yang memburuk di atas kapal, imbas dari masa pengerahan yang terlampau lama di lautan, bahkan mencakup ratusan hari tanpa transit atau singgah di pelabuhan.

Kritikan terhadap masa pengerahan kapal induk AS itu banyak datang dari kalangan Partai Demokrat, yang menyebut USS Abraham Lincoln telah mencetak rekor modern untuk durasi pelayaran paling lama secara terus-menerus di lautan. Kapal induk AS itu membawa 5.000 pelaut dan personel Marinir AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, masa pengerahan angkatan laut berlangsung antara enam bulan hingga sembilan bulan, yang bisa diperpanjang pada masa-masa konflik.

USS Abraham Lincoln tiba di pelabuhan Laem Chabang dengan didampingi oleh sejumlah kapal Angkatan Laut AS lainnya. Thailand menjadi tempat persinggahan kapal induk AS sebagai satu-satunya mitra perjanjian Washington di kawasan Asia Tenggara.

Menurut keterangan para pejabat Thailand, kapal induk AS itu akan singgah di negara tersebut selama lima hari untuk keperluan istirahat dan pemulihan kondisi.

Kedatangan ribuan personel militer AS ini memunculkan harapan akan peningkatan ekonomi di kota resor Pattaya yang terletak tak jauh dari Laem Chabang.

Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, mengatakan bahwa armada yang terdiri atas sekitar 40 bus akan mengangkut para personel militer AS untuk bepergian bolak-balik antara pelabuhan Laem Chabang dan kota Pattaya.

"Ada tempat dan kegiatan tertentu yang dilarang bagi para personel, seperti segala jenis olahraga air, jet ski, bungee jumping, gulat, dan tinju," tuturnya kepada Reuters.

Menyoroti kedatangan para personel militer AS, Kepolisian Thailand akan mengerahkan patroli tambahan di sekitar kawasan utama tepi pantai dan pusat hiburan malam Pattaya, terlebih kota itu memiliki reputasi lama sebagai destinasi wisata seks.

Pada akhir pekan lalu, otoritas berwenang setempat melakukan razia yang berujung penahanan 40-50 orang atas dugaan keterlibatan dalam prostitusi.

Meskipun ilegal di Thailand, industri seks terlihat secara terbuka di pusat-pusat pariwisata utama di negara tersebut, termasuk di sebagian wilayah Bangkok dan Pattaya, kendali sesekali dilakukan penertiban.

Lihat juga Video 'Menhan AS Pete Hegseth Bantah Laporan Kondisi Buruk Awak USS Lincoln':

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini