Foto Pertama Eks Presiden Venezuela Sejak Ditangkap AS

Foto Pertama Eks Presiden Venezuela Sejak Ditangkap AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 31 Agu 2026 21:04 WIB
Nicolas Maduro
Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (63), membagikan foto dirinya untuk pertama kali sejak ditangkap militer Amerika Serikat (AS) pada Januari lalu. (Dok. Instagram @nicolasmaduro)
Jakarta -

Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (63), membagikan foto dirinya untuk pertama kali sejak ditangkap militer Amerika Serikat (AS). Maduro dan istrinya, Cilia Flores (69) dibawa ke AS sejak Januari lalu.

Maduro menyampaikan sikap menantang dan keteguhannya saat menunggu persidangan di fasilitas federal AS dengan keamanan tinggi.

"Saya ingin kalian tahu bahwa kami berdiri teguh, hati kami dipenuhi dengan cinta kalian," tulis Maduro di media sosial X dan Telegram, dilansir Anadolu Agency, Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam foto yang diunggah pada Minggu (30/8) tersebut, Maduro terlihat mengenakan pakaian olahraga abu-abu. Ia juga tampak mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan sejak penangkapannya.

Foto-foto tersebut diambil pada 25 Juni lalu. Dia tampak mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya untuk membentuk tanda kemenangan (victory).

Ia menggambarkan unggahan tersebut sebagai "hadiah kecil berupa cinta dan harapan" untuk cucu-cucunya, semua anak-anak dan pendukungnya.

"Kita akan tetap kuat, tenang, dan percaya diri: Tuhan bersama kita. Tuhan akan menyediakan. Venezuela akan terlahir kembali," tulisnya.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, saat ini ditahan tanpa jaminan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn, New York, AS.

Maduro dan Flores menghadapi sejumlah dakwaan federal, termasuk terorisme narkoba dan perdagangan narkoba. Jaksa penuntut menduga mereka berkolaborasi dengan kartel untuk menyelundupkan ribuan ton kokain ke AS.

Law enforcement officials move captured Venezuelan President Nicolas Maduro and his wife Cilia Flores out of the helicopter, as Maduro heads towards the Daniel Patrick Manhattan United States Courthouse for an initial appearance to face U.S. federal charges including narco-terrorism, conspiracy, drug trafficking, money laundering and others in New York City, U.S., January 5, 2026. REUTERS/Adam GrayMaduro dan istrinya, Cilia Flores (69) ditangkap dan dibawa ke AS pada Januari lalu/ (REUTERS/Adam Gray)

Maduro bersama istri telah menyatakan tidak bersalah. Mereka akan menjalani persidangan tahun depan.

"Saya adalah orang yang baik. Saya masih presiden negara saya," tegas Maduro selama sidang dakwaannya pada Januari lalu.

Ditangkap Januari 2026, Disidang Juni 2027

Seorang hakim AS baru-baru ini menjadwalkan persidangan mereka untuk dimulai pada 1 Juni 2027. Keputusan tersebut diambil berdasarkan permintaan bersama dari jaksa penuntut dan penasihat hukum.

Maduro dan istrinya dibawa ke AS pada 3 Januari lalu setelah militer AS menggelar operasi di Caracas, ibu kota Venezuela.

Dilansir AFP, Rabu (22/7), Dalam persidangan yang berlangsung sekitar 20 menit, Hakim Alvin Hellerstein menetapkan tanggal persidangan pada 1 Juni 2027, menyetujui permintaan bersama dari jaksa penuntut dan penasihat hukum.

Maduro, yang mengenakan seragam tahanan berwarna krem dan berkacamata, tidak berbicara sepanjang penampilan ketiganya di pengadilan AS, selain mengucapkan salam kepada majelis hakim saat memasuki ruang sidang.

Sementara itu, Flores, yang mengenakan pakaian serupa dengan rambut pirang terikat ke belakang, duduk beberapa meter darinya. Pasangan tersebut didampingi oleh tim pengacara mereka.

Law enforcement officials move captured Venezuelan President Nicolas Maduro and his wife Cilia Flores out of the helicopter, as Maduro heads towards the Daniel Patrick Manhattan United States Courthouse for an initial appearance to face U.S. federal charges including narco-terrorism, conspiracy, drug trafficking, money laundering and others in New York City, U.S., January 5, 2026. REUTERS/Adam GrayMaduro dan istrinya dibawa ke AS pada 3 Januari lalu setelah militer AS menggelar operasi di Caracas, ibu kota Venezuela. (REUTERS/Adam Gray)

Di luar gedung pengadilan Manhattan, para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "Bebaskan Presiden Maduro" sambil mengibarkan bendera Venezuela. Di sisi lain, kelompok demonstran oposisi membawa poster yang menyebut Maduro dan Flores sebagai "diktator".

Hakim Hellerstein juga menetapkan jadwal sidang berikutnya pada 17 November 2026 yang dikhususkan untuk mendengarkan mosi pembelaan, termasuk keberatan (challenge) terhadap keabsahan proses penangkapan Maduro dan Flores.

Seperti diketahui, sejak penangkapan Maduro, Venezuela dipimpin oleh mantan wakil presidennya, Delcy Rodriguez. Sementara itu, AS secara efektif mengendalikan ekspor minyak negara tersebut, dengan hasil penjualan yang dialirkan ke rekening khusus di bawah pengawasan Washington.

Tuduhan untuk Maduro

Jaksa penuntut AS menuduh Maduro memanfaatkan kekuasaan negara untuk melindungi serta mempromosikan penyelundupan narkoba ilegal, sekaligus bersekutu dengan kartel untuk mengirimkan berton-ton kokain ke AS.

Maduro membantah empat dakwaan yang dihadapinya, yaitu konspirasi "narko-terorisme", konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat peledak, serta konspirasi kepemilikan senapan mesin dan alat peledak.

Flores juga mengaku tidak bersalah atas tiga dakwaan yang ditujukan kepadanya, yakni konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat peledak, serta konspirasi kepemilikan senapan mesin dan alat peledak.

Pada April lalu, pemerintah AS telah mengizinkan Venezuela untuk membiayai pembelaan hukum Maduro dan Flores, yang sebelumnya sempat dilarang akibat sanksi ekonomi AS.

Sebelumnya, pasangan tersebut berupaya mengajukan pembatalan kasus dengan alasan bahwa pemblokiran akses pendanaan melanggar hak Konstitusi AS terkait kebebasan memilih penasihat hukum.

Simak Video 'Foto Baru Eks Presiden Venezuela Nicolas Maduro Muncul di Akun Resmi':

Halaman 2 dari 3
(jbr/zap)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini