Mojtaba Khamenei Serukan Negara Muslim Bersatu Lawan 'Musuh Sebenarnya'

Mojtaba Khamenei Serukan Negara Muslim Bersatu Lawan 'Musuh Sebenarnya'

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 30 Agu 2026 18:49 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei pada 24 Agustus
Foto: Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei pada 24 Agustus (WANA/REUTERS TV/Handout via REUTERS)
Teheran -

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengajak negara-negara Muslim, khususnya di Teluk, untuk bersatu melawan apa yang disebutnya sebagai "musuh sebenarnya". Dia mengatakan bahwa perpecahan di antara umat Muslim menguntungkan kepentingan musuh mereka.

Dilansir Reuters, Minggu (30/8/2026), pesan tersebut dipublikasikan di akun Telegram Khamenei untuk Pekan Persatuan Islam, yang menandai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Pesan itu menyerukan persatuan Muslim, kerja sama di berbagai bidang, dan pertahanan bersama, dengan mengatakan bahwa siapa pun yang menciptakan perpecahan di antara umat Muslim, "secara sadar atau tidak sadar," membantu musuh-musuh Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesan itu mempertanyakan apakah warga Palestina akan dibiarkan "begitu tak berdaya" jika umat Muslim bersatu.

Khamenei belum terlihat di depan umum sejak terluka dalam serangan udara AS-Israel enam bulan lalu yang melancarkan perang Iran, menewaskan ayahnya dan pemimpin tertinggi sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Seruannya untuk persatuan menggemakan pernyataan yang ia sampaikan pada hari Jumat (28/8) kepada rakyat Iran. Ia mengatakan telah melarang tindakan yang merusak kohesi sosial dan mendesak pihak berwenang untuk menghindari "pernyataan yang mengecewakan" yang melemahkan moral nasional dan publik.

Khamenei secara khusus bertanya kepada para penguasa Arab Teluk apakah "para penjahat tanpa identitas" akan berani menginginkan tanah dan harta benda mereka jika rakyat dan pemerintah Teluk telah "bersatu di bawah bendera Islam."

Sejak Revolusi Islam 1979, monarki Arab Teluk telah memandang ideologi revolusioner Iran, termasuk retorika anti-monarki dan pengaruh regionalnya, sebagai ancaman terhadap sistem politik mereka.

Selama konflik saat ini, Teheran telah menyerang fasilitas militer AS serta infrastruktur lainnya di negara-negara Teluk, yang menggarisbawahi ketegangan antara Teheran dan negara-negara tetangganya di Teluk.

"Rekomendasi saya yang tegas dan berulang kali kepada para penguasa negara-negara Islam, terutama negara-negara Asia Barat dan Teluk, adalah untuk mengidentifikasi musuh sejati Anda, memahami rencananya, dan menghadapinya," kata Khamenei.

Lihat juga Video Langka! Kantor Berita Iran Rilis Mojtaba Khamenei Sedang Berbincang

(rdp/knv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini