Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Jadi 750 Orang, Operasi SAR Terkendala

Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Jadi 750 Orang, Operasi SAR Terkendala

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 30 Agu 2026 14:38 WIB
Nepal dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah. Pemandangan dari udara di Devighat, Distrik Nuwakot, memperlihatkan kondisi kawasan setelah diterjang bencana pada 29 Agustus 2026. REUTERS/A
Foto: Dari Udara, Begini Wajah Nepal Usai Dihantam Banjir Bandang dan Longsor (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta -

Jumlah korban tewas akibat banjir Nepal dan Tibet bertambah menjadi 750 orang. Sementara itu, ribuan korban lainnya masih hilang.

Dilansir AFP, Minggu (30/8/2026), banjir dahsyat di dekat perbatasan dengan China menewaskan sedikitnya 734 orang di Nepal dan 2.498 orang masih hilang, kata otoritas penanggulangan bencana pada hari Minggu, saat upaya penyelamatan memasuki hari kelima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media pemerintah China sebelumnya telah mengkonfirmasi 16 orang tewas di Tibet dan 546 orang hilang setelah bencana hari Rabu.

ADVERTISEMENT

Angka tersebut menjadikan jumlah total korban tewas menjadi 750 orang dan 3.044 orang hilang.

Kendala Pencarian Korban

Tim penyelamat di Nepal dan China masih berupaya mencari ribuan orang yang hilang setelah banjir bandang dan longsor menerjang kawasan Himalaya. Banjir tersebut membawa material berupa air, lumpur, batu, dan es yang menyapu sejumlah desa.

Operasi pencarian dan penyelamatan juga berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi para korban selamat dari wilayah terdampak. Kerusakan infrastruktur membuat akses menuju sejumlah lokasi sulit, sementara persediaan makanan dan air mulai menipis.

Upaya pencarian korban hilang turut terkendala cuaca buruk dan kekhawatiran terjadinya banjir susulan. Hujan yang masih mengguyur wilayah terdampak meningkatkan risiko bagi tim penyelamat.

Material es dan lumpur yang terbawa banjir juga membentuk sejumlah danau lumpur. Salah satu formasi tersebut menjadi ancaman bagi petugas yang masih melakukan pencarian korban di wilayah terdampak.

Otoritas Nepal sebelumnya menyerukan seluruh tim penyelamat untuk segera berpindah ke lokasi yang aman. Imbauan itu disampaikan setelah muncul informasi mengenai kemungkinan jebolnya salah satu bendungan di sisi wilayah Tibet.

Lihat juga Video: Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 734 Orang

Halaman 2 dari 2
(rdp/knv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini