Kim Jong Un Ganti Menteri Pertahanan Korut, Mengapa?

Kim Jong Un Ganti Menteri Pertahanan Korut, Mengapa?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 30 Agu 2026 11:29 WIB
North Korean leader Kim Jong Un attends a military parade to commemorate the Ninth Congress of the ruling Workers Party of Korea (WPK) in Pyongyang, North Korea, February 25, 2026, in this picture released by North Koreas official Korean Central Ne
Foto: Ilustrasi militer Korea Utara (KCNA via Reuters)
Pyongyang -

Korea Utara mengganti menteri pertahanannnya sebagai bagian dari perombakan kepemimpinan militer di negara itu. Pergantian ini bertujuan untuk mempercepat upaya modernisasi militer dan memperketat disiplin di jajaran militernya.

Dilansir Yonhap dan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Minggu (30/8/2026), Kim Song-gi, direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea Utara, diangkat sebagai menteri pertahanan baru negara itu, menggantikan No Kwang-chol.

No dicopot dari jabatannya sebagai menteri pertahanan dan dari kepemimpinan pusat partai. Ia diangkat sebagai wakil direktur pertama Departemen Industri Amunisi Partai Buruh Korea (WPK) yang berkuasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan tersebut, perombakan tersebut diputuskan pada pertemuan kedua Komisi Militer Pusat WPK kesembilan yang diadakan sehari sebelumnya, yang dipimpin oleh pemimpin Kim Jong-un.

Dalam perombakan terbaru, pejabat militer veteran Pak Jong-chon diangkat sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea setelah terpilih kembali sebagai anggota Komite Pusat dan Politbiro partai.

Pak kembali ke garis depan kepemimpinan militer Korea Utara setelah mengundurkan diri dari jabatan Politbiro dan sekretaris partai serta dicopot dari jabatan wakil ketua Komisi Militer Pusat pada bulan Februari. Pencopotannya pada saat itu memicu spekulasi bahwa ia mundur dari garis depan karena usianya.

Jabatan wakil ketua adalah posisi kunci yang mengawasi kebijakan militer Korea Utara. Pemimpin Kim Jong-un memimpin komisi tersebut.

Pertemuan tersebut "membahas serangkaian rencana reorganisasi struktural untuk peningkatan dan pengembangan urusan pertahanan secara keseluruhan di masa depan," kata KCNA.

Para komandan yang baru diangkat akan "dengan teguh mempersenjatai diri dengan gagasan partai untuk membangun tentara yang kuat" dan menerapkan kebijakan militer partai dengan "pengabdian tanpa batas dan aktivitas yang luar biasa tinggi," kata laporan itu.

Dalam laporan terpisah, KCNA melaporkan bahwa Kim bertemu dengan para ilmuwan, peneliti, dan pejabat dari lembaga penelitian pertahanan utama dan memberikan penghargaan negara kepada mereka atas kontribusi mereka dalam mengembangkan sistem senjata tempur baru dan meningkatkan kinerjanya.

Menyebut mereka "para patriot dan pahlawan terbesar," Kim sangat menghargai "pencapaian teknologi dan ilmu pengetahuan militer inovatif eksklusif baru-baru ini ... sebagai revolusi besar yang membuka prospek pasti untuk secara radikal meningkatkan modernitas sistem senjata tempur tentara kita."

Lihat juga Video: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Roket Terbaru Korut

(rdp/knv)


Berita Terkait