×
Ad

Palang Merah: Trauma Banjir Nepal Sangat Berat, 93.000 Orang Terdampak

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2026 06:23 WIB
Foto: Banjir di Nepal (REUTERS/Sujan Bagale)
Jenewa -

Palang Merah mengatakan bencana banjir Nepal-Tibet telah meninggalkan tingkat trauma yang sangat besar. Palang Merah memperkirakan bahwa 93.000 orang mungkin terkena dampaknya.

Dilansir AFP, Sabtu (29/8/2026), Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), yang merupakan jaringan kemanusiaan terbesar di dunia, khawatir jumlah korban tewas akibat bencana itu, yang sudah melebihi 500 orang, akan terus meningkat.

"Karena jalan-jalan dan jembatan-jembatan tersapu banjir dan jaringan listrik serta pemadaman listrik, kami belum dapat mengakses beberapa daerah yang terkena dampak paling parah," kata ketua delegasi IFRC untuk Nepal, David Fisher.

"Trauma dari peristiwa ini sangat besar," katanya pada konferensi pers di Jenewa, berbicara dari Kathmandu.

Fisher mengatakan ribuan rumah hancur. Dia memperkirakan 93 ribu orang terdampak banjir bandang yang dahsyat ini.

"Ribuan rumah hancur atau mengalami kerusakan parah. Kami yakin setidaknya 93.000 orang terkena dampaknya dan sangat membutuhkan," jelasnya.

Palang Merah Nepal telah mulai memberikan bantuan darurat, termasuk makanan, air, peralatan kebersihan, kasur dan selimut.

Banjir dan tanah longsor yang melanda Nepal dan wilayah otonomi China di Tibet menyebabkan dinding air seperti tsunami mengubur rumah-rumah, menghancurkan jembatan, dan menghanyutkan kendaraan.

Kepala bantuan PBB Tom Fletcher mengatakan di X bahwa PBB "bergerak dengan cepat untuk menyelamatkan nyawa".

Koordinator PBB untuk Nepal, Lila Pieters Yahia, mengatakan air minum diterbangkan ke daerah yang terkena dampak.

"Kerusakannya sungguh luar biasa," katanya pada konferensi pers, berbicara dari lapangan. Dia menambahkan bahwa lebih dari 40 jembatan telah hancur atau rusak parah dan lebih dari 40 kilometer jalan hancur total.

Dia mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan adalah prioritas pemerintah.




(lir/lir)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork