Trump Bilang Putin Tak Akan Serang Wilayah NATO

Trump Bilang Putin Tak Akan Serang Wilayah NATO

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 28 Agu 2026 12:38 WIB
Trump dan Putin dalam pertemuan di Finlandia tahun 2018 lalu (dok. REUTERS/Kevin Lamarque)
Trump dan Putin dalam pertemuan di Finlandia tahun 2018 lalu (dok. REUTERS/Kevin Lamarque)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin "tidak akan menyerang" wilayah aliansi NATO. Penegasan Trump ini menepis laporan media yang menyebut Washington khawatir akan kemungkinan langkah Moskow terhadap Eropa.

"Saya telah melakukan pembicaraan yang baik dengannya (Putin-red). Dia tidak akan menyerang wilayah NATO," tegas Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Jumat (28/8/2026).

Penegasan Trump itu menjawab pertanyaan wartawan soal apakah Presiden Rusia itu telah sepakat untuk tidak melancarkan serangan ke NATO.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan dua hari setelah Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) John Ratcliffe terbang ke Moskow, ibu kota Rusia, untuk melakukan pembicaraan mendadak dengan para pejabat Rusia, yang dilaporkan bertujuan memperingatkan Moskow agar tidak menyerang aliansi NATO.

Laporan media-media terkemuka AS, seperti Wall Street Journal (WSJ) dan CBC News, menyebutkan bahwa Ratcliffe berupaya mencegah Rusia menyerang NATO di tengah penilaian intelijen AS bahwa Moskow mungkin berniat menguji aliansi militer itu seiring meningkatnya ketegangan akibat perang Ukraina.

WSJ melaporkan bahwa Putin bisa saja menguji NATO melalui "serangan terbatas" dalam beberapa tahun mendatang.

Ketika diminta untuk mengonfirmasi laporan-laporan media soal kunjungan diam-diam Ratcliffe ke Moskow tersebut, Trump menjawab: "Saya tidak ingin berkomentar mengenai hal itu, tetapi mereka tidak akan menyerang,"

Kunjungan Ratcliffe itu menjadi yang pertama sejak tahun 2021 yang dilakukan seorang Direktur CIA ke ibu kota Rusia.

Trump sendiri terakhir kali berbicara via telepon dengan Putin pada Juni lalu. Sedangkan pertemuan tatap muka terakhir kedua pemimpin berlangsung setahun lalu, dalam sebuah pertemuan puncak di Alaska yang gagal menghasilkan terobosan terkait masalah Ukraina.

Dalam pernyataan kepada wartawan, Trump juga berusaha meredam kemungkinan sanksi bagi Rusia karena melakukan perdagangan dengan Iran, yang dijatuhi sanksi terbaru dalam operasi terbaru "Economic D-Day" jika negara itu menolak membuka Selat Hormuz.

Trump, saat mengumumkan operasi ekonomi terbaru AS terhadap Iran baru-baru ini, juga memperingatkan bahwa negara-negara pendukung Teheran akan turut merasakan konsekuensinya.

"Sejauh ini menurut saya, Rusia bersikap cukup baik terkait masalah Selat Hormuz," ucap Presiden AS tersebut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Membandingkan Sambutan untuk Trump vs Putin saat Bertemu Xi Jinping"
[Gambas:Video 20detik] (nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini