Olokan Iran ke AS Buntut USS Abraham Lincoln Angkat Jangkar

Olokan Iran ke AS Buntut USS Abraham Lincoln Angkat Jangkar

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 27 Agu 2026 21:05 WIB
Sailors and marines line the deck of aircraft carrier USS Abraham Lincoln (CVN-72) as it deploys from San Diego on Monday, Jan. 3, 2021. The USS Abraham Lincoln deployed Monday from Naval Air Station North Island as part of the Abraham Lincoln Carrie
Foto: USS Abraham Lincoln (K.C. Alfred/The San Diego Union-Tribune via AP)
Jakarta -

Kapal induk andalan Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, hengkang dari laut Timur Tengah. Kepergian kapal induk tersebut diiringi olok-olok dari Iran.

Berdasarkan catatan detikcom, Jumat (28/8/2026), USS Abraham Lincoln hengkang dari laut Timur Tengah dan digantikan USS George Washington. Hengkangnya kapal tersebut atas alasan kondisi memprihatinkan kapal induk itu beserta awak-awaknya.

Dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir AFP, Jumat (21/8), Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasional militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa USS George Washington dan satuan tempurnya telah beroperasi di Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelompok tempur Kapal Induk George Washington sedang beroperasi di Timur Tengah dalam penugasan terjadwal setelah tiba di wilayah operasi CENTCOM kemarin," demikian pernyataan CENTCOM pada Kamis (20/8) waktu setempat.

Pengerahan USS George Washington ke Timur Tengah ini diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump beberapa hari setelah laporan media mencuat soal kondisi buruk di atas USS Abraham Lincoln, yang telah dikerahkan sejak November 2025 lalu di perairan Laut China Selatan, sebelum dialihkan ke Timur Tengah.

Laporan-laporan media memicu gangguan yang tidak diinginkan bagi Trump di tengah upayanya mempromosikan perang melawan Iran yang kurang mendapat dukungan di dalam negeri AS.

USS Abraham Lincoln sendiri telah dikerahkan ke Timur Tengah selama berlangsungnya perang yang dikobarkan Trump terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.

Masa pengerahan yang terlampau lama menuai kritikan di kalangan politisi Washington DC, dengan kapal induk AS itu dilaporkan telah berlayar selama lebih dari 240 hari di lautan, dengan 200 hari di antaranya tanpa transit atau singgah di pelabuhan mana pun.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi keberangkatan Lincoln, hal yang sebelumnya disinggung oleh Laksamana Brad Cooper -- pimpinan CENTCOM -- dalam artikel opini mengenai Abraham Lincoln yang diterbitkan di The Wall Street Journal.

"Semoga perjalanan kalian lancar dan selamat menikmati reuni yang memang layak kalian dapatkan," tulis Cooper, dikutip The New York Times.

Mental Awak Bikin Cemas

USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah pada Januari lalu, dan sejak saat itu telah mendukung operasi militer AS terhadap Iran, termasuk blokade laut terhadap pelabuhan dan kapal Teheran.

Laporan yang dirilis pekan lalu oleh Military Times dan Stars & Stripes menggambarkan berbagai persoalan di atas kapal induk AS tersebut, termasuk kerusakan sistem saluran air, kendala sanitasi, kekurangan pasokan makanan segar, dan terbatasnya kesempatan bagi para pelaut untuk turun ke daratan.

Keluarga dari personel-personel militer AS yang ditugaskan di USS Abraham Lincoln telah menyatakan kekhawatiran mengenai kesehatan mental mereka. Sejumlah laporan mengindikasikan adanya personel yang mencoba melompat ke laut.

Kondisi di kapal induk tersebut menjadi sorotan di Washington DC. Sebanyak 13 anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat AS dari Partai Demokrat menyurati Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk meminta penjelasan mengenai durasi pengerahan dan kondisi yang dihadapi para personel di kapal itu.

Hegseth menepis berbagai laporan mengenai kondisi buruk di kapal induk tersebut, dan menyebutnya sebagai sesuatu yang "digambarkan secara keliru". Sementara Trump mengabaikan kekhawatiran yang muncul dan ketika ditanya soal durasi pengerahan, dia menjawab: "Masih jauh dari kata cukup lama."

Iran Olok-olok AS

Iran lantas bereaksi atas hengkangnya USS Abraham Lincoln. Iran menyebut awak kapal yang kelelahan menandakan AS gagal dalam upaya unjuk kekuatan.

"Amerika Serikat mengirimkan USS Abraham Lincoln ke kawasan tersebut untuk unjuk kekuatan," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dilansir Aljazeera, Kamis (27/6).

Dia kemudian menyebut kapal induk AS itu gagal menjalankan misinya. USS Abraham Lincoln kini berlayar menuju perairan Thailand.

"Setelah berbulan-bulan terlibat perang dan lebih dari 200 hari tanpa sekalipun melakukan persinggahan di pelabuhan (port call) kapal tersebut kini berlayar menuju Thailand untuk [istirahat dan pemulihan] para awaknya," ujarnya.

Tonton juga video "Disudutkan AS Lewat Sanksi Ekonomi, Iran: Insyaallah Mereka Akan Gagal"

Halaman 2 dari 3
(maa/fca)


Berita Terkait