Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini bahwa pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei masih hidup. Mojtaba belum terlihat di depan umum sejak mengambil alih kekuasaan setelah kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei pada bulan Februari lalu.
"Saya rasa dia belum meninggal. Dia terluka parah. Sisi kiri tubuhnya, lengan, kaki, semuanya. Dia terluka parah. Tapi saya rasa dia belum meninggal," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan penyiar radio konservatif Glenn Beck, dilansir kantor berita AFP dan Al Arabiya, Kamis (27/8/2026).
Secara resmi, Khamenei terus memimpin negaranya di bawah serangan Amerika Serikat dan Israel. Namun, ketidakhadirannya di depan umum dan naiknya tokoh-tokoh veteran Garda Revolusi Iran ke tampuk kekuasaan, telah memicu spekulasi bahwa ia telah meninggal atau tidak sepenuhnya memegang kendali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayahnya gugur dalam gempuran di awal-awal serangan AS-Israel ke Iran pada Februari lalu.
Trump telah beberapa kali menyatakan kemenangan atas Iran tetapi tetap tidak mampu memaksa pembukaan Selat Hormuz atau memaksa Iran untuk menyerahkan material nuklirnya. Pada hari Rabu (26/8) waktu setempat, dia kembali mengatakan bahwa tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran telah membuahkan hasil.
"Hal-hal itu mengarah pada kemenangan yang sangat besar," katanya. "Kita akan segera meraih kemenangan besar di sini," ujar Trump.
Trump juga menegaskan bahwa Selat Hormuz, tempat militer Iran telah mengganggu dan sebagian besar memblokir pelayaran, sebenarnya telah sepenuhnya terbuka.
"Anda benar-benar bisa mengatakan, Anda tahu, karena Selat itu terbuka. Kita sekarang membawa banyak kapal melalui Selat itu. Kita membawa mereka datang. Ranjau-ranjau sudah hilang," katanya.
"Kita tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itulah intinya. Itu 99,9 persen. Kita tidak bisa membiarkan mereka karena mereka gila dan mereka akan menggunakannya," katanya, sebelum menambahkan bahwa dia telah "menghentikannya dua kali."
Lihat juga Video: Langka! Kantor Berita Iran Rilis Mojtaba Khamenei Sedang Berbincang










































