558 Orang Masih Hilang Usai Banjir Bandang Dahsyat di Nepal

558 Orang Masih Hilang Usai Banjir Bandang Dahsyat di Nepal

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 27 Agu 2026 10:46 WIB
Foto: Rekaman CCTV  menunjukkan detik-detik banjir bandang hantam bangunan di perbatasan Nepal dengan China (SOCIAL MEDIA via REUTERS/SOCIAL MEDIA)
Foto: Rekaman CCTV menunjukkan detik-detik banjir bandang hantam bangunan di perbatasan Nepal dengan China (SOCIAL MEDIA via REUTERS/SOCIAL MEDIA)
Jakarta -

Tiga orang tewas dan 558 orang lainnya masih hilang setelah tanah longsor di Tibet di perbatasan China dan Nepal, usai banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal.

Media pemerintah China yang mengutip pejabat-pejabat setempat, melaporkan bahwa dari ratusan orang yang hilang di Tibet tersebut, 260 orang di antaranya adalah warga negara asing.

Lebih dari seribu petugas penyelamat, yang dilengkapi dengan anjing dan drone, mencari korban selamat setelah lumpur dan puing-puing menyapu bangunan di sisi perbatasan China pada Rabu (26/8) pagi waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"558 orang masih hilang (dan) di antara mereka, 260 orang adalah warga negara asing," lapor stasiun televisi pemerintah China, CCTV, mengutip pernyataan pejabat setempat dalam konferensi pers di Tibet, dilansir kantor berita AFP, Kamis (27/8/2026).

Operasi penyelamatan menghadapi berbagai tantangan, termasuk "ketidakstabilan danau waduk di hulu" dan "jalan pegunungan yang sempit," kata Li Qipu, anggota kepolisian China, kepada CCTV.

Kendaraan besar dan alat berat saat ini tidak dapat mencapai zona bencana utama, meskipun jalan-jalan di sekitarnya tetap terbuka, menurut stasiun televisi tersebut.

Pihak berwenang telah mengirimkan hampir 800 orang dan lebih dari 150 kendaraan ke daerah perbatasan, menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua.

Dinas pemadam kebakaran telah mengerahkan 431 personel, yang bekerja dengan anjing pelacak, pemindai pendeteksi kehidupan, dan perahu kecil, lapor Xinhua.

CCTV menyiarkan gambar para anggota kepolisian dengan seragam kamuflase dan rompi oranye dengan sekop, serta para penyelamat yang menerbangkan drone.

Pesawat sipil dan militer yang membawa pasokan bantuan telah tiba di Tibet, lapor CCTV.

Karena hujan semalam, risiko bencana sekunder seperti tanah longsor dan longsoran batu tetap tinggi.

Wilayah Otonomi Tibet sebagian besar tidak dapat diakses oleh jurnalis asing, yang umumnya hanya diizinkan berkunjung melalui perjalanan yang diselenggarakan pemerintah China.

Lihat juga Video Update Banjir Bandang Nepal: 157 Tewas, Ratusan Korban Masih Hilang

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini