Geger Skandal Orang Hilang di Jeju, 4 Polisi Senior Dicopot

Geger Skandal Orang Hilang di Jeju, 4 Polisi Senior Dicopot

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 26 Agu 2026 13:34 WIB
Lokasi temuan jenazah Jang Mi Ran yang dilaporkan hilang sejak Mei lalu di Jeju (via REUTERS/YONHAP NEWS AGENCY)
Lokasi temuan jenazah Jang Mi Ran yang dilaporkan hilang sejak Mei lalu di Jeju (via REUTERS/YONHAP NEWS AGENCY)
Seoul -

Skandal orang hilang baru-baru ini menggegerkan Pulau Jeju, destinasi wisata populer di Korea Selatan (Korsel). Seorang polisi Jeju kedapatan menutup kasus orang hilang lebih awal, tanpa penyelidikan yang layak dan bahkan mengklaim korban dalam kondisi selamat, padahal faktanya telah tewas.

Badan Kepolisian Nasional Korsel (NPA), seperti dilansir The Korea Herald dan Yonhap, Rabu (26/8/2026), mengumumkan bahwa sedikitnya empat perwira senior di Kantor Polisi Jeju Seobu telah dicopot dari jabatannya dan dinonaktifkan dari tugas mereka terkait kasus tersebut.

Polisi yang menjadi pusat penyelidikan kasus ini, yang disebut bermarga Bu dan berusia 30-an tahun, dituduh menutup kasus orang hilang setelah secara keliru mengklaim dirinya telah memastikan keselamatan orang-orang yang dilaporkan hilang di wilayah Jeju tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu kasus yang ditutup oleh Bu, yang bertugas di Kantor Polisi Jeju Seobu, adalah kasus Jang Mi Ran, seorang wanita berusia 37 tahun yang dilaporkan hilang sejak Mei lalu dan jenazahnya ditemukan pada Senin (24/8). Bu dituduh telah menutup kasus itu tanpa memastikan keselamatannya, dan menghapus datanya dari sistem pemetaan profil orang hilang milik kepolisian.

Bu juga diduga melakukan hal serupa terhadap satu kasus orang hilang lainnya pada bulan lalu, yang melibatkan seorang pria berusia 60-an tahun. Jenazah pria itu ditemukan pada Sabtu (22/8) waktu setempat.

Bu menghadapi rentetan dakwaan pidana, termasuk kelalaian dalam tugas, pemalsuan, dan penggunaan catatan elektronik resmi, serta menghalangi pelaksanaan tugas resmi melalui cara-cara menipu.

Dia sempat ditahan dalam status penahanan darurat pada Sabtu (22/8), tetapi telah dibebaskan pada Senin (24/8) setelah pengadilan menetapkan bahwa penahanannya tidak memenuhi syarat hukum mengenai urgensi.

Kepolisian kemudian mengajukan permohonan perintah penangkapan, dan pada Selasa (25/8), seperti dilansir Yonhap, Pengadilan Distrik Jeju telah merilis surat perintah penangkapan resmi untuk Bu atas tuduhan secara keliru menutup kasus orang hilang yang mungkin berujung pada kematian korban.

Sementara empat perwira kepolisian senior yang dicopot jabatannya terkait kasus itu terdiri atas Kepala Kantor Polisi Jeju Seobu saat ini, kepala kantor polisi itu yang menjabat saat Jang dilaporkan hilang, Kepala Divisi Detektif, dan ketua tim kepolisian yang menangani kasus orang hilang di kantor polisi tersebut.

NPA menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pemeriksaan internal untuk menentukan apakah keempat perwira senior itu telah mengawasi penanganan kasus secara tepat, dan apakah mereka harus dimintai pertanggungjawaban atas kegagalan dalam komando dan pengawasan.

Bu diduga menutup kasus Jang setelah mengaku telah berbicara dengan wanita itu dan memberitahu pihak keluarga bahwa Jang tidak ingin keberadaannya diungkapkan.

Namun, para penyidik kepolisian tidak menemukan catatan percakapan yang diklaim Bu telah dilakukan dengan Jang, baik di ponsel pribadi maupun ponsel dinasnya. Catatan serupa juga tidak ditemukan pada ponsel milik Jang.

Pihak keluarga Jang mengajukan laporan orang hilang kembali di Seoul pada 19 Juli lalu, setelah Bu menutup kasus itu di Jeju. Namun bukti yang berpotensi penting telah hilang selama periode tersebut, termasuk rekaman CCTV di dekat tempat tinggal Jang yang sudah terhapus saat polisi mulai memeriksanya.

Sesosok jenazah yang diyakini sebagai Jang ditemukan di sebuah area perkebunan kelapa sawit, yang berjarak sekitar 400 meter dari tempat tinggalnya, pada 24 Agustus kemarin, atau 104 hari setelah dia dilaporkan hilang.

Lihat juga Video: Heboh Penemuan 4 Jenazah Orang Hilang di Pulau Jeju, Korsel

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini