6 Bulan Perang AS-Iran: 20 Orang Tewas dalam 68 Insiden di Selat Hormuz

6 Bulan Perang AS-Iran: 20 Orang Tewas dalam 68 Insiden di Selat Hormuz

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 25 Agu 2026 14:42 WIB
Aktivitas maritim di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia setelah deretan kapal terlihat berlabuh dan melintasi salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut. Pemandangan aktivitas kapal yang terlihat dari wilayah Musandam, Om
Ilustrasi Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat setidaknya 20 orang pelaut atau pekerja pelabuhan tewas dalam 68 insiden di Selat Hormuz sejak AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari tahun ini. Sebanyak 30 orang terluka akibat serangan itu.

Dilansir Aljazeera dan AFP, Selasa (25/8/2026), Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat ada 68 insiden di Teluk dan perairan sekitarnya. Angka ini setara dengan satu insiden setiap 2,6 hari.

Dari total insiden tersebut, tercatat sebanyak 20 orang tewas, 30 orang terluka, dan satu orang lainnya hilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, sekitar separuh dari insiden tersebut melibatkan kapal tanker, 20 persen diantaranya melibatkan kapal kontainer, dan 15 persen melibatkan kapal pengangkut curah (bulk carrier).

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengklasifikasikan 47 dari insiden tersebut sebagai serangan.

Dilaporkan kapal-kapal berbendera Liberia yang paling terdampak, terlibat dalam 13 insiden, diikuti oleh masing-masing 10 kapal dari Panama dan Kepulauan Marshall.

Diketahui, Iran, yang berharap dapat mempertahankan kendali atas Selat Hormuz setelah perang usai dan memungut biaya pelintasan, sebelumnya telah memperingatkan kapal-kapal agar tidak menggunakan rute alternatif.

Sejak perundingan gagal, frekuensi insiden kembali meningkat hingga hampir menyamai tingkat sebelum perundingan, dengan rata-rata satu insiden tercatat setiap 2,8 hari.

Simak juga Video Iran: Selat Hormuz Gak Ada Masalah Sampai 28 Februari 2026

(yld/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini