Kapal Tanker Terbakar di Lepas Pantai Arab Saudi Usai Dihantam Proyektil

Kapal Tanker Terbakar di Lepas Pantai Arab Saudi Usai Dihantam Proyektil

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 24 Agu 2026 16:56 WIB
Ilustrasi -- Kapal terbakar di Laut Merah (dok. EUNAVFOR ASPIDES via REUTERS)
Ilustrasi -- Kapal terbakar di Laut Merah (dok. EUNAVFOR ASPIDES via REUTERS)
Riyadh -

Sebuah kapal tanker terbakar setelah dihantam "proyektil tak dikenal" di perairan Laut Merah, yang terletak di lepas pantai Arab Saudi. Insiden ini terjadi saat kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman menargetkan kapal-kapal Saudi setelah mengumumkan blokade maritim di Laut Merah.

Insiden tersebut, seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2026), dilaporkan oleh Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO), yang merupakan badan keamanan maritim yang disponsori oleh Angkatan Laut Inggris.

Laporan UKMTO menyebutkan bahwa inside itu terjadi di perairan berjarak 63 mil laut di sebelah barat kota pelabuhan Yanbu, Saudi. Yanbu terletak ratusan kilometer di sebelah utara Yaman, markas Houthi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hantaman proyektil itu, sebut UKMTO, memicu kebakaran pada kapal tanker yang tidak disebutkan lebih lanjut asal negaranya tersebut.

"Petugas Keamanan Perusahaan melaporkan bahwa sebuah kapal tanker telah dihantam oleh proyektil tak dikenal, yang menyebabkan kebakaran di bagian geladak utama kapal," sebut UKMTO dalam laporannya.

"Seluruh awak kapal selamat dan keberadaan mereka telah dipastikan, serta tidak ada laporan mengenai dampak terhadap lingkungan," imbuh laporan tersebut.

Laporan terpisah dari perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard Tech, menyebutkan bahwa sebuah kapal berbendera Saudi dihantam rudal dan terbakar.

Belum ada tanggapan resmi dari otoritas Riyadh terkait laporan tersebut.

Sejauh ini belum ada klaim tanggung jawab dari Houthi atas insiden tersebut. Namun beberapa pekan terakhir, Houthi yang didukung Iran itu telah melancarkan serangan terhadap fasilitas minyak dan kapal-kapal Saudi di Laut Merah.

Houthi juga mengklaim telah menargetkan fasilitas perusahaan minyak raksasa Saudi, Aramco, di Yanbu pada Juli lalu.

Yanbu merupakan pelabuhan minyak utama Saudi di Laut Merah, yang menjadi tempat jutaan barel minyak dimuat setiap harinya. Yanbu menjadi jalur utama bagi ekspor minyak Saudi untuk menghindari Selat Hormuz yang diblokade oleh Iran.

Aktivitas pelayaran dari Yanbu mengalami gangguan sejak Houthi mengumumkan blokade maritim di Laut Merah bulan lalu.

Liat juga Video 'KNKT Ungkap Awal Mula Kebakaran KMP Putri Yasmin':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait