Anak 6 Tahun Tewas Usai Ditampar Guru di India, Polisi Bergerak

Anak 6 Tahun Tewas Usai Ditampar Guru di India, Polisi Bergerak

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 23 Agu 2026 10:06 WIB
Ilustrasi Kekerasan Anak
Ilustrasi Kekerasan Anak (Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono)
Jakarta -

Seorang anak berusia 6 tahun bernama Pranay Tej pingsan dan dilaporkan meninggal dunia usai ditampar oleh guru di ruang kelas. Menteri pendidikan dan Teknologi Informasi wilayah bagian Andhra Pradesh, India, Nara Lokesh mengatakan pihaknya akan menyelidiki peristiwa tersebut.

"Kami sedang mengambil tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab serta pihak manajemen sekolah," tulis Nara Lokesh, Menteri Pendidikan dan TI Andhra Pradesh melalui akun Facebooknya, dilansir Aljazeera, Minggu (23/8/2026).

Insiden tersebut terekam kamera pengawas sekolah yang berlokasi di Visakhapatnam, negara bagian di wilayah tenggara India. Peristiwa ini memicu kegemparan terkait praktik hukuman fisik di sekolah-sekolah di negara tersebut.

Berdasarkan rekaman video, memperlihatkan seorang guru perempuan memegang pakaian seorang anak sebelum menampar wajahnya. Usai ditampar, anak tersebut jatuh pingsan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokesh mengaku terpukul dengan peristiwa yang menimpa Korban. Ia juga mengecam hukuman fisik kepada anak-anak meski berdalih disiplin.

"Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul dengan apa yang menimpa Pranay Tej kecil. Saya tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dialami orang tuanya. Hukuman fisik tidak memiliki tempat di sekolah-sekolah kita. Tidak boleh ada anak yang mengalami kekerasan atas nama disiplin," tulis Lokesh di platform X pada hari Jumat.

"Saya telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti bertanggung jawab. Hati saya tertuju pada keluarga Pranay di tengah duka yang begitu mendalam ini," imbuhnya.

Sementara itu, polisi juga tengah menyelidiki kronologi kematian anak tersebut. Media setempat mengidentifikasi anak tersebut bernama Pranay Tej.

Menurut laporan NDTV India, kerabat berkumpul di rumah sakit setelah mengetahui kabar kematian bocah tersebut. Mereka menuntut tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Ayah Pranay Tej mengatakan bahwa putranya tampak sehat pada pagi hari sebelum berangkat ke sekolah.

"Pada pagi hari sekitar pukul 08.00, putra saya bangun dan bilang ingin pergi ke sekolah. Dia bersikeras untuk tetap masuk sekolah," ujarnya kepada NDTV.

Inspektur Polisi Pudi Vara Prasad mengatakan kepada Press Trust of India bahwa pihaknya sedang mengusut kasus tersebut dengan aturan setempat.

"Menindaklanjuti laporan tertulis dari ayah bocah tersebut, kami telah mencatat kasus ini berdasarkan Pasal 194 BNSS dan memulai penyelidikan," ujar Prasad.

Prasad menambahkan, jenazah telah diserahkan kepada orang tuanya setelah polisi menyelesaikan prosedur pemeriksaan awal dan autopsi. Ia menambahkan, "begitu semua laporan terkait diterima, kami akan menentukan penyebab pasti kematiannya".

Sebuah studi tahun 2018 oleh LSM India, Agrasar, menemukan bahwa sekitar 80 persen anak sekolah dari keluarga berpenghasilan rendah di India mengalami hukuman fisik dari guru, meskipun tindakan tersebut secara resmi dilarang.

Palla Srinivasa Rao, ketua Partai Telugu Desam (TDP) untuk negara bagian Andhra Pradesh, mengatakan kepada Press Trust of India bahwa "pemerintah telah bereaksi dengan tepat" menyusul insiden tersebut.

"Menteri TI dan Pendidikan kami, Nara Lokesh Garu, telah membentuk sebuah komite, dan berdasarkan laporan komite tersebut, kami pasti akan mengambil tindakan," ujarnya.

Lihat juga Video: Akhir Kasus Siswa SMA di Lebak Ditampar Kepsek gegara Merokok di Sekolah

(yld/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini