Serangan drone Rusia menghantam sebuah bus yang sedang melaju di jalanan kota Kherson, Ukraina bagian selatan, pada Rabu (19/8). Sedikitnya empat orang tewas dan empat orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan terbaru Moskow tersebut.
Kherson, yang sempat berada di bawah kendali Moskow dari Maret hingga November 2022, kerap menjadi target pasukan Rusia yang menggunakan drone dalam serangannya. Ukraina menuduh serangan-serangan itu secara sengaja menargetkan warga sipil.
"Pasukan militer Rusia menyerang sebuah bus yang sedang melaju di jalanan Kherson menggunakan drone," demikian pernyataan kantor jaksa regional, seperti dilansir AFP, Rabu (19/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibat serangan tersebut, menurut informasi awal, empat penumpang sipil tewas," demikian pernyataan tersebut.
Kantor kejaksaan setempat menambahkan bahwa empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Gubernur Kherson, Oleksandr Prokudin, mengunggah foto-foto yang memperlihatkan kondisi bus dengan kaca-kacanya pecah usai dihantam serangan drone.
Awal bulan ini, Ukraina menuduh Rusia mengejar seorang pria di sebuah pasar jalanan di area Kherson menggunakan drone First Person View (FPV) yang dikendalikan dari jarak jauh.
Otoritas Kyiv menyebut tindakan semacam itu sebagai "safari" yang menargetkan warga sipil.
Kota Kherson memiliki populasi sekitar 280.000 jiwa sebelum perang meletus.
Pasukan Rusia, yang dipukul mundur dari Kherson akibat serangan balik Ukraina pada musim gugur tahun 2022, kini menempati posisi di tepi seberang Sungai Dnieper yang mengalir melintasi kota tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan peningkatan jumlah kematian warga sipil dalam konflik tersebut sepanjang tahun 2026, seiring berlanjutnya perang yang telah berkecamuk selama 4,5 setengah tahun tanpa ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan damai.
Lihat juga Video 'Kereta di Ukraina Terbakar Diserang Drone Rusia, Penumpang Dievakuasi':










































