Bersekongkol Curi Batu Keramat Raja, Mantan Menteri Sri Lanka Ditangkap

Bersekongkol Curi Batu Keramat Raja, Mantan Menteri Sri Lanka Ditangkap

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 19 Agu 2026 05:35 WIB
Ilustrasi pencurian.
Ilustrasi pencurian. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Seorang mantan menteri Sri Lanka ditangkap karena diduga membantu pencurian batu keramat berusia berabad-abad dari Istana Raja Sinhala. Badan antikorupsi Sri Lanka mengatakan mantan menteri tersebut bersekongkol batu granit keramat.

Dilansir AFP, Rabu (19/8/2026), Keheliya Rambukwella ditahan terkait pencurian batu granit bundar berukir yang berat dan dikenal sebagai 'moonstone' (batu bulan)--bagian dari batu pijakan simbolis di pintu masuk Istana Veera Parakrama Narendrasinghe, raja yang memerintah hingga tahun 1739.

Komisi Investigasi Dugaan Penyuapan atau Korupsi (CIABOC) menyatakan bahwa ia terlibat dalam persekongkolan untuk memindahkan benda bersejarah yang berharga tersebut pada Desember 2022, serta menghalangi penyelidikan polisi pada saat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia bersekongkol, membantu, dan memfasilitasi pencurian tersebut saat ia masih menjabat sebagai menteri," ungkap CIABOC.

Komisi tersebut juga menyebutkan bahwa Rambukwella telah didakwa atas pelanggaran lain yang tidak terkait, yakni penggunaan dana negara untuk mempekerjakan enam orang bagi kepentingan bisnis pribadinya.

Penangkapan ini terjadi di tengah kasus pengadilan terpisah yang sedang berjalan terhadap dirinya terkait pembelian obat-obatan palsu untuk rumah sakit pemerintah saat ia menjabat sebagai menteri kesehatan.

Pihak kepolisian telah menyampaikan kepada pengadilan bahwa ia menyetujui pembelian obat kanker penyelamat jiwa yang ternyata hanya berisi air.

Beberapa pejabat senior kementerian kesehatan lainnya juga telah didakwa terkait skandal obat-obatan tersebut.

Rambukwella menjabat sebagai menteri kesehatan ketika Sri Lanka menghadapi kelangkaan obat-obatan yang parah setelah gagal membayar utang luar negeri sebesar 46 miliar dolar AS pada April 2022, menyusul deklarasi kebangkrutan negara tersebut.

Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini