Ledakan Granat di Sekolah Afghanistan, 42 Anak Terluka

Ledakan Granat di Sekolah Afghanistan, 42 Anak Terluka

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 19 Agu 2026 01:33 WIB
Ilustrasi ledakan.
Ilustrasi ledakan. (Ilustrasi menggunakan Gemini AI)
Jakarta -

Ledakan granat terjadi di pusat pendidikan di Kabul melukai setidaknya 42 anak menurut misi PBB di Afghanistan. Rincian penyebab ledakan tersebut berasal dari granat.

Dilansir AFP, Rabu (19/8/2026), Richard Bennett, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Afghanistan, sebelumnya mengecam serangan keji di dekat sekolah di kawasan Dasht-e-Barchi, Kabul bagian barat--wilayah yang menjadi tempat tinggal komunitas Syiah Hazara yang secara historis kerap menjadi sasaran persekusi.

Para korban ledakan itu berusia antara sembilan hingga 14 tahun, menurut misi PBB, UNAMA. "UNAMA belum memastikan kronologi ledakan tersebut," ujar seorang juru bicara, seraya menyebutkan adanya "laporan yang simpang siur, apakah ini serangan atau akibat sisa bahan peledak yang belum meledak."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konflik selama beberapa dekade telah menyebabkan Afghanistan dipenuhi sisa-sisa bahan peledak perang; negara ini mencatat tingkat korban tertinggi ketiga di dunia menurut PBB.

Direktorat Koordinasi Aksi Ranjau Afghanistan, yang telah memeriksa lokasi kejadian, menyatakan bahwa sebuah granat meledak di sekolah tersebut, sesuai dengan rincian yang sebelumnya disampaikan oleh kepolisian Kabul.

"Doa kami menyertai anak-anak yang terluka beserta keluarga mereka," kata UNAMA.

"Kami mendesak dilakukannya penyelidikan untuk mengungkap kronologi insiden ini. Sekolah dan pusat pendidikan harus senantiasa aman."

Sekolah dasar swasta tersebut mengunggah pesan di halaman Facebook-nya yang meminta masyarakat untuk mendoakan mereka yang terluka, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Ledakan terjadi tepat saat jam pulang sekolah, tutur seorang warga berusia 38 tahun yang tinggal di dekat lokasi. "Begitu banyak orang terluka hingga saya tidak bisa menghitung jumlahnya," ujarnya dengan syarat anonimitas demi alasan keamanan.

Serangan sporadis telah terjadi di Kabul selama lima tahun pemerintahan Taliban, termasuk ledakan di sebuah restoran China di pusat kota pada bulan Januari yang menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Sejumlah ledakan mematikan juga pernah terjadi di kawasan Dasht-e-Barchi, termasuk serangan bom mobil di luar sekolah khusus perempuan pada tahun 2021 yang menewaskan sedikitnya 90 orang dan melukai ratusan lainnya.

Kelompok Negara Islam (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas berbagai serangan di Dasht-e-Barchi, yang menargetkan kaum Syiah yang mereka anggap sebagai penganut ajaran sesat.

Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)


Berita Terkait