Otoritas kehakiman Iran mengumumkan vonis terhadap seorang pria bernama Shahram Sadeghi yang dinyatakan bersalah karena menabrak sejumlah petugas polisi dengan mobilnya saat protes anti-pemerintah pada bulan Januari 2026. Pria tersebut dijatuhi hukuman mati karena mendukung zionis dan Amerika Serikat (AS).
"Shahram Sadeghi, yang dijatuhi hukuman mati karena melakukan tindakan operasional demi mendukung rezim Zionis dan Amerika Serikat, telah dieksekusi pagi ini," demikian pernyataan situs web kehakiman Iran, Mizan Online, dilansir AFP, Minggu (16/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situs itu menyebut pria tersebut menabrak beberapa polisi dengan mobilnya pada 8 Januari di Karaj, sebelah barat Teheran. Peristiwa itu mengakibatkan tujuh petugas terluka.
Gerakan protes yang awalnya dipicu oleh tingginya biaya hidup pada akhir Desember 2025 dengan cepat berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah berskala luas di Iran. Puncaknya terjadi pada 8 dan 9 Januari.
Otoritas Iran melaporkan lebih dari 3.000 kematian dan mengaitkan kekerasan tersebut dengan 'tindakan teroris' yang didalangi Amerika Serikat dan Israel. Sementara, kelompok-kelompok hak asasi manusia yang berbasis di luar Iran menyatakan aparat keamanan melepaskan tembakan ke arah para pengunjuk rasa.
Jumlah eksekusi di Iran meningkat sejak dimulainya perang di Timur Tengah yang pecah pada 28 Februari akibat serangan AS-Israel terhadap Iran. Sebagian besar eksekusi tersebut dikaitkan dengan aksi protes itu.
Simak juga Video: Iran Pastikan Tak Ada Demonstran yang Dieksekusi Hukuman Mati










































