Otoritas transportasi Australia sedang menyelidiki penyebab tiga insiden pesawat nyaris tabrakan di Bandara Sydney. Ketiga insiden itu terjadi dalam waktu kurang dari dua minggu terakhir, bahkan dua insiden di antaranya terjadi dalam waktu satu hari.
Salah satu insiden nyaris tabrakan itu, seperti dilansir AFP, Jumat (14/8/2026), melibatkan sebuah pesawat maskapai Virgin Australia 737 pada Minggu (9/8) pagi waktu setempat.
Dalam insiden tersebut, menurut Biro Keselamatan Transportasi Australia, pesawat Virgin Australia itu telah mendapatkan izin lepas landas dari operator lalu lintas udara (ATC), ketika awak pesawat tersebut melihat sebuah pesawat maskapai Qantas sedang melintasi landasan di depan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilot pesawat Virgin Australia itu menghentikan laju pesawat sekitar satu kilometer dari pesawat lainnya tersebut, yang sebelumnya juga telah mendapatkan izin untuk melaju di landasan.
Sebelumnya pada hari yang sama, seorang pilot maskapai Jetstar terpaksa melakukan pengereman mendadak untuk menghindari tabrakan dengan pesawat maskapai Qatar Airways.
Kedua insiden itu terjadi setelah insiden serupa pada 27 Juli lalu, ketika dua pesawat maskapai Qantas juga nyaris bertabrakan setelah keduanya sama-sama mendapatkan izin untuk lepas landas.
"Saya dapat meyakinkan masyarakat pengguna jasa penerbangan bahwa kami akan meninjau setiap masalah organisasi atau sistemik yang mungkin berkontribusi terhadap kejadian-kejadian ini, dan kami akan melakukannya secara menyeluruh dan tepat waktu," kata Kepala Komisioner Biro Keselamatan Transportasi, Angus Mitchell.
"Kami menelaah semua bukti, seberapa padat kondisi bandara pada saat itu, serta bagaimana pengaturan personel di menara pengawas pada waktu itu," ucapnya.
Pertanyaan juga muncul mengenai alasan mengapa pelaporan insiden ini memakan waktu begitu lama.
Mitchell mengatakan bahwa ada "situasi supervisi atau pelatihan yang sedang berlangsung" pada Minggu (9/8) waktu setempat.
"Kami mengetahui, seperti yang pernah saya sebutkan sebelumnya, bahwa ini merupakan periode peningkatan aktivitas yang signifikan bagi layanan penerbangan, khususnya terkait perekrutan, pelatihan, dan sertifikasi operator lalu lintas udara," sebutnya.
"Yang kami ketahui adalah telah terjadi tiga insiden yang seharusnya tidak terjadi. Kami perlu memahami penyebabnya," tegas Mitchell.
Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, telah menyerukan penyelidikan terhadap insiden-insiden tersebut.
Lihat juga Video: Jejak Penerbangan Southwest Airlines 'Go-Around' Karena Nyaris Tabrakan di Chicago










































