Perang Rusia dan Ukraina terus memanas. Serangan Rusia di sejumlah wilayah Ukraina menewaskan sedikitnya sembilan orang pada Senin (10/8) malam waktu setempat dan melukai puluhan orang lainnya.
Rusia telah meningkatkan serangan rudal balistik di kota-kota Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Ukraina pun telah meningkatkan serangannya terhadap kota-kota Rusia yang jauh dari perbatasan.
Serangan semalam mencakup Kyiv, Zaporizhzhia, dan Dnipropetrovsk, kata pihak berwenang setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir kantor berita AFP, Selasa (11/8/2026), Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya "melancarkan serangan dengan senjata darat berpresisi tinggi, menghantam perusahaan industri militer dan pusat transportasi-logistik di kota Kyiv dan Zaporizhzhia".
Di Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, kepala administrasi militer regional, mengatakan pasukan Rusia melancarkan serangan "besar-besaran" menggunakan rudal dan bom udara berpemandu.
"Enam orang tewas dan 19 lainnya terluka," tulis Fedorov di Telegram.
Di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina timur, serangan drone dan artileri Rusia di lima distrik menewaskan tiga orang dan melukai lima lainnya, kata kepala administrasi militer regional Oleksandr Ganzha di Telegram.
Di Kyiv, wartawan AFP mendengar serangkaian ledakan tak lama setelah tengah malam, setelah pihak berwenang mengeluarkan peringatan rudal.
Walikota Kyiv, Vitali Klitschko mengatakan di media sosial bahwa ibu kota Ukraina itu "sedang diserang rudal balistik".
Layanan darurat Ukraina mengatakan sebuah gudang terbakar dan satu orang terluka.
Presiden Volodymyr Zelensky sebelumnya mengatakan bahwa Rusia sedang bersiap untuk mengerahkan lebih banyak pasukan Korea Utara dan telah menerima rudal balistik baru dari Pyongyang.
Dia mengatakan bahwa hanya sistem pertahanan udara tertentu, termasuk Patriot buatan Amerika Serikat, yang mampu mencegat rudal balistik tersebut.
Baca juga: Mengapa Rusia Menjual Cadangan Emasnya? |










































