Sebuah jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat (AS) jatuh di dekat pangkalan militer di San Diego, California, pada Jumat (31/7) waktu setempat. Pilot jet tempur itu berhasil selamat setelah melontarkan diri keluar sebelum pesawat menghantam daratan.
Kecelakaan jet tempur ini, seperti dilansir AFP, Sabtu (1/8/2026), terjadi di kompleks Pangkalan Udara Korps Marinir Miranmar pada Jumat (31/7) pagi, sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
"Terjadi kecelakaan penerbangan yang melibatkan jet tempur F-35B milik Korps Marinir di sekitar kompleks (pangkalan udara)," kata juru bicara Pangkalan Udara Korps Marinir Miranmar kepada AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilot berhasil melontarkan diri dan telah ditemukan," ucapnya.
Pernyataan lanjutan dari pangkalan militer itu menyebutkan bahwa pilot telah dibawa ke fasilitas medis setempat "dalam kondisi stabil untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan atas cedera yang tidak mengancam nyawa".
Penyebab jatuhnya jet tempur siluman yang canggih itu belum diketahui secara jelas.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap membubung dari jet tempur tersebut, sedangkan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang menyelimuti bangkai jet tempur.
Pangkalan Udara Korps Marinir Miranmar dikenal luas sebagai bekas lokasi sekolah penerbang elite Angkatan Laut AS, "Top Gun", yang namanya diabadikan dalam film tahun 1986 dengan judul yang sama yang dibintangi Tom Cruise.
Menurut data produsen jet tempur Lockheed Martin, setiap unit jet tempur F-35B memiliki harga sekitar US$ 109 juta atau setara Rp 1,9 triliun. Jenis F-35B merupakan varian jet tempur siluman dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal.










































