Kompak, AS dan Arab Saudi Gempur Milisi Pro-Iran di Irak

Kompak, AS dan Arab Saudi Gempur Milisi Pro-Iran di Irak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 29 Jul 2026 11:21 WIB
Ilustrasi bendera Arab Saudi dan Amerika Serikat (Foto: dok. AFP)
Ilustrasi bendera Arab Saudi dan Amerika Serikat (Foto: dok. AFP)
Jakarta -

Pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat dan Arab Saudi bersama-sama melakukan serangan terhadap para milisi pro-Iran di Irak pada hari Selasa (28/7) waktu setempat. Militer AS mengatakan bahwa serangan gabungan itu dilakukan sebagai balasan atas serangan drone dari wilayah Irak terhadap pasukan AS dan fasilitas minyak Saudi dalam beberapa hari terakhir.

Serangan tersebut menargetkan "teroris yang bersekutu dengan Iran yang diperintahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menyerang pasukan AS dan infrastruktur energi Saudi," kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Rabu (29/7/2026).

Lebih lanjut, CENTCOM memperingatkan bahwa "IRGC dan proksi-proksi terorisnya harus menghentikan serangan ini untuk menghindari respons militer AS lebih lanjut."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab Saudi mengkonfirmasi keterlibatannya dalam serangan gabungan tersebut. Kementerian pertahanannya mengatakan bahwa serangan itu mengenai "target milik milisi yang berada di wilayah Irak yang terkait dengan serangan terhadap fasilitas minyak kerajaan tersebut."

Serangan gabungan itu terjadi setelah Kementerian Pertahanan Saudi mengatakan pasukannya telah mencegat drone-drone yang menargetkan fasilitas minyak di timur Saudi, dan menyalahkan kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak atas serangan drone tersebut.

Riyadh sehari sebelumnya telah menyerukan kepada pemerintah Irak untuk mencegah serangan dari wilayahnya. Setelah itu Baghdad mengatakan telah memerintahkan penyelidikan atas serangan drone ke Saudi.

Sebelumnya, CENTCOM menyatakan bahwa Iran meluncurkan beberapa rudal balistik dalam "upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah."

Serangan ini menjadi yang perdana usai kedua negara sempat sepakat melakukan jeda beberapa hari.

"Pada pukul 17.45 waktu setempat hari ini, pasukan Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan sejumlah rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang berpangkalan di Timur Tengah," tulis CENTCOM.

Pihak militer AS menyatakan tidak ada kerusakan berarti dari serangan terbaru Iran itu. AS mengatakan seluruh rudal kiriman Iran berhasil dicegat.

Simak juga Video: Usulan Iran ke Oman soal Pengaturan Sementara Pembukaan Selat Hormuz

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait