5 Berita Terpopuler Internasional

5 Berita Terpopuler Internasional

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 28 Jul 2026 17:35 WIB
Kim Yo Jong (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Kim Yo Jong (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta -

Adik perempuan penguasa Korea Utara, Kim Jong Un melontarkan pernyataan keras kepada ASEAN. Para analis mengatakan ini merupakan hal langka yang menandakan semakin berkurangnya relevansi blok tersebut bagi negara bersenjata nuklir tersebut.

Kim Yo Jong pada hari Senin (27/7) mengecam seruan Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk denuklirisasi Korut, dengan mengatakan bahwa pernyataan itu "mendistorsi esensi situasi di Semenanjung Korea".

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (28/7/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Israel Keberatan AS Jual F-35 ke Turki, Trump: Tak Ada yang Bisa Dikte Saya!

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak keberatan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terhadap potensi penjualan jet tempur siluman F-35 buatan AS ke Turki. Trump menegaskan bahwa tidak ada yang bisa mendikte dirinya.

"Tidak ada yang bisa mendikte saya mengenai apa yang harus kita jual," tegas Trump saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, seperti dilansir Anadolu Agency dan TRT World, Selasa (28/7/2026).

Trump menggambarkan Turki sebagai "sekutu luar biasa" yang telah menjalankan peran dengan "sangat baik" dalam urusan regional, termasuk di Suriah.

- Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Ada Peringatan Tsunami!

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,1 mengguncang wilayah Jepang bagian barat daya pada Selasa (28/7) waktu setempat. Gempa ini memicu peringatan tsunami.

Badan Meteorologi Jepang (JMA), seperti dilansir AFP, Selasa (28/7/2026), melaporkan bahwa gempa kuat tersebut terjadi di Pulau Kyushu pada pukul 16.27 waktu setempat.

Kekuatan gempa ini tercatat mencapai tingkat tertinggi, yaitu skala 7, pada skala intensitas seismik Jepang atau skala Shindo.

- Terbang ke AS, Pesawat Netanyahu Lintasi Negara-negara ICC

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu Presiden Donald Trump. Pesawat yang membawa Netanyahu terdeteksi terbang melintasi sejumlah negara anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC), meskipun ada surat perintah penangkapan terhadap dirinya.

Data penerbangan, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (28/7/2026), menunjukkan bahwa pesawat Netanyahu, yang terbang ke AS pada Senin (27/7) waktu setempat, mengudara di atas negara-negara Eropa yang merupakan anggota ICC dan penandatangan Statuta Roma, yang menjadi dasar berdirinya ICC.

Setiap negara anggota ICC dan yang telah menandatangani Statuta Roma memiliki kewajiban hukum untuk melaksanakan surat perintah penangkapan ICC, dalam hal ini diharuskan untuk menangkap Netanyahu jika dia berada di negara mereka.

- Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Negosiasi Gagal

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimisme bahwa diplomasi dengan Iran dapat menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang, yang telah berlangsung berbulan-bulan. Namun, dia memperingatkan bahwa Washington akan melanjutkan serangan militer jika negosiasi gagal.

"Saya punya banyak kesabaran... Kita lihat saja apa yang terjadi. Saya pikir ada peluang bagus bahwa sesuatu bisa terjadi," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, ketika ditanya tentang kemungkinan kemajuan dalam pembicaraan damai.

"Jika tidak, kita kembali melakukan apa yang kita lakukan dua hari yang lalu," imbuh Trump, dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/7/2026).

- Murka, Adik Kim Jong Un Ingatkan ASEAN Jangan Jadi Corong Bayaran AS!

Adik perempuan penguasa Korea Utara, Kim Jong Un melontarkan pernyataan keras kepada ASEAN. Para analis mengatakan ini merupakan hal langka yang menandakan semakin berkurangnya relevansi blok tersebut bagi negara bersenjata nuklir tersebut.

Kim Yo Jong pada hari Senin (27/7) mengecam seruan Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk denuklirisasi Korut, dengan mengatakan bahwa pernyataan itu "mendistorsi esensi situasi di Semenanjung Korea".

Sebelumnya pada Forum Regional ASEAN tahunan yang diadakan di Filipina, hari Kamis lalu, ASEAN menyatakan "keprihatinan mendalam" atas perkembangan program senjata nuklir dan rudal Korea Utara yang sedang berlangsung.

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait