Terus Memanas, Ukraina Luncurkan 390 Drone ke Moskow

Terus Memanas, Ukraina Luncurkan 390 Drone ke Moskow

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 28 Jul 2026 14:09 WIB
Ilustrasi Moskow, ibu kota Rusia (Foto: SOCIAL MEDIA via REUTERS/SOCIAL MEDIA)
Ilustrasi Moskow, ibu kota Rusia (Foto: SOCIAL MEDIA via REUTERS/SOCIAL MEDIA)
Jakarta -

Ukraina kembali meluncurkan ratusan drone (UAV) ke Rusia. Lebih dari 390 drone dikirimkan ke arah Moskow dalam semalam, kata wali kota ibu kota Rusia tersebut pada hari Selasa (28/7).

Serangan drone Ukraina itu terjadi beberapa jam sebelum Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih.

"Antara pukul 20.30 (1730 GMT) dan 06.30, lebih dari 390 drone terbang menuju wilayah Moskow. Sebagian besar dinetralisir oleh pasukan pertahanan udara jauh sebelum mencapai kota. 81 UAV musuh dihancurkan saat mendekati Moskow," tulis Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gubernur wilayah Moskow Andrey Vorobyov juga melaporkan bahwa serangan drone merusak perumahan di kota Chekhov dan desa Vaulovo.

Sebelumnya, Ukraina melancarkan ratusan drone dalam serangan terbaru terhadap Rusia pada Senin (27/7) dini hari waktu setempat. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya dua orang di wilayah Rusia, dan memicu kebakaran pada sejumlah bangunan setempat.

Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir AFP, melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sedikitnya 276 drone sepanjang malam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam pernyataan via Facebook, mengklaim bahwa pasukan negaranya telah menggempur sebuah terminal ekspor di wilayah bagian barat Rostov, juga fasilitas minyak di wilayah Yaroslavl dan Udmurtia yang berada di wilayah Rusia dan jauh dari garis depan pertempuran.

Ukraina telah meningkatkan serangan balasan terhadap Rusia dalam beberapa bulan terakhir, sebagian untuk menekan Moskow agar bersedia duduk di meja perundingan setelah perang berkecamuk hampir 4,5 tahun terakhir.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bulan Juni lalu merupakan bulan paling mematikan bagi warga sipil di Ukraina sejak April 2022, seiring dengan langkah Rusia meningkatkan serangan jarak jauh terhadap berbagai kota di wilayah Ukraina.

Rentetan serangan Rusia terhadap target-target di Ukraina pada Senin (27/7), melukai sedikitnya empat orang, termasuk seorang nenek berusia 88 tahun yang menderita luka bakar di tubuhnya.

Lihat juga Video Detik-detik Tutup Tangki Kilang Minyak Moskow Terpental Diserang Ukraina

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait