Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan telah mencegat sejumlah drone yang diluncurkan oleh kelompok pro Iran di Irak. Sementara itu, kelompok Houthi yang didukung Teheran di Yaman juga mengklaim serangan terhadap infrastruktur minyak Saudi.
Dilansir AFP, Senin (27/7/2026), Arab Saudi berulang kali menjadi sasaran Iran dan sekutunya pada puncak perang Timur Tengah, tetapi serangan terbaru terjadi selama jeda pertempuran sejak Sabtu (25/7), setelah 13 hari baku tembak antara AS dan Iran.
Kementerian Pertahanan Saudi mengatakan "upaya teroris diluncurkan dari wilayah Irak dan dilakukan oleh milisi teroris yang didukung Iran", menurut pernyataan resmi yang di-posting di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ranjau Laut di Selat Hormuz Memakan Korban |
Kementerian mengatakan drone tersebut menargetkan fasilitas minyak di daerah-daerah di timur negara itu dan ibu kota Riyadh.
Arab Saudi menuntut agar Irak "mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan pencegahan penggunaan wilayahnya sebagai titik peluncuran" untuk serangan, menurut pernyataan terpisah yang diposting oleh penyiar resmi Saudi.
Kelompok bersenjata pro-Iran yang berbasis di Irak belum mengklaim serangan apa pun di Irak atau kawasan tersebut sejak dimulainya kembali permusuhan antara AS dan Iran awal bulan ini setelah gencatan senjata April gagal.
Riyadh dan pemberontak Houthi Yaman juga saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir, dengan Houthi mengumumkan pemberlakuan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan kerajaan.
Houthi mengatakan mereka melancarkan serangan drone terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi sebagai tanggapan atas serangan drone kerajaan. Riyadh belum berkomentar mengenai klaim Houthi.
Koalisi militer pimpinan Saudi telah berperang melawan pemberontak Houthi untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional setelah perang pecah di negara itu pada tahun 2015.
Ketegangan terbaru antara Arab Saudi dan Houthi menandai pertama kalinya dalam beberapa tahun kedua pihak saling menyerang, mengancam gencatan senjata tahun 2022 dalam konflik sebelumnya yang tetap berlaku meskipun telah berakhir.
Simak juga Video 'Houthi Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi di Laut Merah':










































