5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 27 Jul 2026 17:37 WIB
Kim Yo Jong (Foto: Getty Images/Pool)
Kim Yo Jong (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Adik perempuan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, geram pada ASEAN karena berupaya mewujudkan Semenanjung Korea yang bebas nuklir. Dia mengecam posisi ASEAN tersebut sebagai "bodoh dan konyol".

Pada forum regional tahunannya pekan lalu, Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) menyatakan "keprihatinan mendalam" atas pengembangan senjata nuklir Pyongyang yang sedang berlangsung. ASEAN juga menekankan pentingnya dialog "untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas abadi di Semenanjung Korea yang bebas nuklir".

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (27/7/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Mantan Presiden Honduras Kembali ke Negaranya Usai Diampuni Trump

Mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez meninggalkan Amerika Serikat (AS) dan telah kembali ke tanah airnya, setelah mendapatkan pengampunan dari Presiden AS Donald Trump tahun lalu.

Trump memberikan pengampunan kepada Hernandez pada Desember tahun lalu, setelah mantan presiden Honduras itu dijatuhi hukuman 45 tahun penjara oleh pengadilan AS atas kasus perdagangan narkoba. Saat menjelaskan alasannya, Trump menyebut Hernandez tidak mendapatkan persidangan yang adil dan telah dijebak oleh pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden.

Hernandez, seperti dilansir AFP, Senin (27/7/2026), mendarat dengan pesawat pribadi di Tegucigalpa, ibu kota Honduras, pada Minggu (26/7) waktu setempat, sebelum kemudian menghadiri sebuah rally di kota Comayagua. Kepulangannya ke Honduras terjadi empat tahun setelah dia diekstradisi ke AS.

- Diam-diam, Bahrain-Kuwait Kerahkan Jet Tempur untuk Serang Iran

Bahrain dan Kuwait secara diam-diam mengerahkan jet tempur untuk menyerang target-target di wilayah Iran. Ini menandai tindakan pembalasan langsung pertama mereka terhadap Iran.

Media terkemuka Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui detail serangan tersebut, melaporkan bahwa serangan udara yang dilakukan awal bulan tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan drone dan rudal Iran, di antara situs-situs militer lainnya.

Dilansir Jerusalem Post, Senin (27/7/2026), sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada WSJ, bahwa kedua negara Teluk tersebut memiliki angkatan udara yang relatif kecil yang dilengkapi dengan pesawat AS dan Eropa, tetapi tidak bersedia membiarkan Teheran terus menyerang mereka tanpa balasan.

- Iran Wanti-wanti Israel dan Inggris Tidak Bantu AS dalam Perang!

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah memperingatkan rezim Israel dan Inggris agar tidak membantu dan mendukung Amerika Serikat dalam perangnya terhadap Iran.

Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Minggu (26/7) waktu setempat, dua hari setelah AS menghentikan serangan udara terhadap Iran setelah hampir dua minggu bombardir yang memicu respons tegas Iran.

Mohebi mengatakan bahwa Israel berupaya agar Amerika Serikat tetap terlibat di kawasan tersebut dengan mempengaruhi Presiden AS Donald Trump dan memberikan informasi yang menyesatkan, "menggunakan kekuatan Amerika untuk mewujudkan tujuannya sendiri."

- Iran Marah Ukraina Serang Kapalnya: Tak Bisa Dibiarkan!

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa serangan militer Ukraina terhadap sebuah kapal komersial Iran di Laut Kaspia "tidak bisa dibiarkan tanpa balasan". Araghchi bahkan menuduh adanya keterlibatan Israel dalam serangan yang menewaskan sedikitnya satu orang tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran melaporkan bahwa serangan Ukraina menyebabkan kapal komersial Teheran tersebut "meledak, menewaskan satu pelaut dan melukai satu pelaut lainnya".

Araghchi, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (27/7/2026), memberikan reaksi keras dengan memperingatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.

- Mencak-mencak, Adik Kim Jong Un Sebut ASEAN Bodoh, Kenapa?

Adik perempuan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, geram pada ASEAN karena berupaya mewujudkan Semenanjung Korea yang bebas nuklir. Dia mengecam posisi ASEAN tersebut sebagai "bodoh dan konyol".

Pada forum regional tahunannya pekan lalu, Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) menyatakan "keprihatinan mendalam" atas pengembangan senjata nuklir Pyongyang yang sedang berlangsung. ASEAN juga menekankan pentingnya dialog "untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas abadi di Semenanjung Korea yang bebas nuklir".

Korea Utara telah lama bersikeras pada haknya untuk memiliki senjata nuklir dan program rudal balistik, meskipun hal itu dilarang berdasarkan ketentuan sanksi Dewan Keamanan PBB. Negara itu mengabadikan status nuklirnya dalam konstitusinya pada tahun 2023.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait