AS Segera Umumkan Kesepakatan Nuklir dengan Arab Saudi

AS Segera Umumkan Kesepakatan Nuklir dengan Arab Saudi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 22 Jul 2026 12:55 WIB
Ilustrasi bendera Arab Saudi dan Amerika Serikat (Foto: dok. AFP)
Ilustrasi bendera Arab Saudi dan Amerika Serikat (Foto: dok. AFP)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan akan segera mengumumkan kesepakatan dengan Arab Saudi, yang akan memberikan negara itu program nuklir sipil. Hal ini akan diumumkan pada hari Rabu (22/7) waktu setempat, di tengah pertempuran yang kembali memanas antara raksasa minyak Teluk tersebut dan kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (22/7/2026), mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, media terkemuka AS, New York Times melaporkan pada hari Selasa (21/7) waktu setempat, bahwa pemerintahan Trump berencana untuk secara resmi menandatangani dan mengumumkan kesepakatan dengan Arab Saudi pada hari Rabu.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan itu akan memberikan miliaran dolar untuk industri nuklir AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah ketentuan dalam kesepakatan tersebut, yang akan berlangsung selama 30 tahun, akan mengharuskan perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi, jika studi bersama menyimpulkan bahwa hal itu diperlukan, demikian laporan media Wall Street Journal.

Namun, beberapa anggota parlemen AS dari kedua partai dan pejabat-pejabat Israel telah menyuarakan penentangan terhadap proyek nuklir sipil untuk Arab Saudi tersebut. Sebabnya, mereka khawatir bahwa proyek tersebut pada akhirnya dapat diubah untuk mengembangkan senjata nuklir.

Kesepakatan tersebut diperkirakan akan diajukan ke Kongres AS dalam beberapa hari mendatang. Namun, hal itu hanya formalitas belaka mengingat persetujuan Kongres tidak diperlukan agar kesepakatan tersebut dapat disahkan.

Dengan kembali berkobarnya pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran, sekutu Iran di Yaman, pemberontak Houthi, mengancam akan memperluas perang minggu ini. Houthi telah mengumumkan bahwa mereka akan memblokade pelabuhan-pelabuhan Saudi.

Arab Saudi dan Houthi saling baku tembak minggu lalu untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, mengancam keberlangsungan gencatan senjata sejak tahun 2022.

Simak juga Video 'Trump Minta Buka Lagi Penerbangan Langsung AS-Lebanon Usai 40 Tahun DIsetop':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini