Pemerintah Arab Saudi mengecam keras langkah kelompok pemberontak Houthi yang mengumumkan blokade laut terhadap Kerajaan tersebut. Riyadh menegaskan akan mengambil "semua tindakan yang diperlukan" untuk melindungi kapal-kapalnya.
Komando Pasukan Gabungan Koalisi pimpinan Saudi, seperti dilansir Al Arabiya dan Middle East Monitor, Selasa (21/7/2026), bahkan menyatakan bahwa segala ancaman dari Houthi, yang bermarkas di Yaman, akan direspons "dengan tegas dan keras".
"Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman keras Kerajaan Arab Saudi atas pernyataan yang dilontarkan oleh sosok yang disebut sebagai juru bicara militer dari milisi teroris Houthi, yang menuduh Kerajaan mengepung rakyat Yaman yang bersahabat dan mengklaim adanya penerapan blokade laut terhadap Kerajaan," demikian bunyi penyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, dalam pengumuman pada Senin (20/7) pagi, Houthi mengatakan akan memberlakukan blokade maritim terhadap Saudi, dengan alasan untuk mencegah Riyadh melakukan bypass terhadap Selat Hormuz untuk mengekspor pasokan energi dan barang-barang lainnya.
Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan bahwa Riyadh akan mengambil "semua tindakan yang diperlukan" untuk melindungi kapal-kapalnya sesuai dengan hukum internasional dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut tahun 1982.
Secara terpisah, juru bicara Komando Pasukan Gabungan Koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan bahwa koalisi telah menetapkan langkah-langkah khusus bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandeb.
Al-Maliki juga menegaskan bahwa segala ancaman dari Houthi akan direspons "dengan tegas dan keras".
Dia juga menyebut ancaman Houthi tersebut melanggar hukum internasional dan termasuk dalam tindakan pembajakan maritim.
Houthi Umumkan Blokade Laut terhadap Arab Saudi Berlaku Segera
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan yang disiarkan televisi Al-Masirah pada Senin (20/7), menyatakan bahwa larangan terhadap pelayaran maritim terkait Saudi "telah mulai berlaku sejak pernyataan ini disampaikan".
Saree, seperti dilansir TRT World, mengatakan bahwa langka tersebut merupakan tanggapan atas blokade Saudi terhadap "pelabuhan dan bandara" yang dikuasai Houthi di Yaman, serta serangan terhadap bandara internasional Sanaa pekan lalu.
Saree menegaskan bahwa Houthi akan membalas "blokade dengan blokade".
"Setiap tindakan bodoh yang dilakukan oleh musuh Saudi yang gegabah melalui segala bentuk eskalasi akan dibalas dengan eskalasi yang menyeluruh dan tegas," ucapnya.
Tonton juga video "Houthi Ancam akan Serang Fasilitas Krusial Milik Arab Saudi"










































