Keir Starmer Lengser, Andy Burnham Jadi PM Baru Inggris

Keir Starmer Lengser, Andy Burnham Jadi PM Baru Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 20 Jul 2026 17:51 WIB
Andy Burnham akan menjadi PM baru Inggris setelah Keir Starmer mundur dari jabatannya (dok. REUTERS/Isabel Infantes)
Andy Burnham akan menjadi PM baru Inggris setelah Keir Starmer mundur dari jabatannya (dok. REUTERS/Isabel Infantes)
London -

Andy Burnham akan resmi menjadi Perdana Menteri (PM) terbaru Inggris pada Senin (20/7), setelah Keir Starmer mengakhiri masa jabatannya usai mengundurkan diri. Burnham menjadi PM keenam yang menempati Downing Street, kantor PM Inggris, sejak tahun 2016.

Kepemimpinannya akan menghadapi berbagai tantangan yang mendesak, dengan waktu yang terbatas untuk menorehkan jejak kepemimpinan. Burnham, seperti dilansir AFP, Senin (20/7/2026), akan mengambil alih kepemimpinan dari Starmer yang mengundurkan diri setelah hanya dua tahun menjabat.

Starmer mengumumkan mundur dari jabatan Ketua Partai Buruh dan PM Inggris pada akhir Juni menyusul serangkaian skandal, kesalahan langkah dan perubahan kebijakan yang merusak kepemimpinanya. Meski membawa Partai Buruh menang telak dalam pemilu 2024, dan mengakhiri dominasi Partai Konservatif selama 14 tahun, Starmer tergolong PM yang tidak populer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prosesi serah terima jabatan akan digelar pada Senin (20/7), yang diawali dengan kunjungan Starmer ke Istana Buckingham untuk secara resmi mengajukan pengunduran dirinya kepada Raja Charles III, sebelum menyampaikan pernyataan perpisahan singkat di depan Downing Street Nomor 10 -- kantor PM Inggris.

Burnham kemudian akan menuju ke Istana Buckingham, di mana dia akan diminta oleh Raja Charles III untuk membentuk pemerintahan berikutnya. Selanjutnya, Burnham akan menyampaikan pidato pertamanya sebagai PM Inggris di depan Downing Street Nomor 10.

Dia menyebut pidato pertamanya akan menjadi momen "refleksi dan tekad".

Dalam wawancara dengan surat kabar The Times yang diterbitkan pada Minggu (19/7) malam, Burnham memaparkan ambisinya untuk melakukan perubahan. Dia juga mengatakan ingin mengakhiri satu dekade pergolakan politik di Inggris.

"Apa yang selama ini kita lakukan tidak membuahkan hasil. Begitulah pandangan saya," ujarnya.

"Saya akan mencoba melakukan berbagai hal dengan cara yang berbeda," cetus Burnham dalam wawancara tersebut.

Menurut timnya, Burnham dalam pidato pertamanya akan menyatakan kesadaran penuh akan perlunya iklim politik yang lebih stabil, dan akan memaparkan "prioritas untuk memulihkan kepercayaan terhadap pemerintah dan memberikan ruang bernapas lebih bagi Inggris" di tengah krisis biaya hidup.

Simak juga Video 'Trump Kritik Starmer soal Imigrasi-Energi Usai Mundur Jadi PM Inggris':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait