Iran Terus Serang Fasilitas AS di Oman, Kuwait, Bahrain dan Qatar

Iran Terus Serang Fasilitas AS di Oman, Kuwait, Bahrain dan Qatar

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Jul 2026 14:29 WIB
Garda Revolusi Iran menembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)
Garda Revolusi Iran menembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)
Teheran -

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pasukannya telah menyerang dua lokasi radar militer Amerika Serikat (AS) yang ada di wilayah Oman pada Jumat (17/7). Iran juga menghantam target militer AS lainnya di Kuwait, Bahrain, dan Qatar pada hari sama.

Rentetan serangan terhadap negara-negara Teluk tersebut, menurut IRGC, merespons gelombang serangan terbaru AS terhadap target-target Iran.

IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Jumat (17/7/2026), mengatakan bahwa pasukan mereka telah "menargetkan dan menghancurkan radar pengintaian maritim di Gugusan Kepulauan Salamah serta radar pengintai udara AS yang ditempatkan di area Ghanam".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas Oman dan AS belum memberikan tanggapan terhadap klaim IRGC tersebut.

Pada hari yang sama, menurut laporan televisi pemerintah Iran, militer Teheran juga menargetkan infrastruktur militer AS yang ada di Kuwait sebagai pembalasan.

Serangan pembalasan tersebut dilancarkan setelah Teheran menuduh Washington menargetkan sebuah bandara, sebuah stasiun kereta api, dan dua jembatan di wilayah Iran, hingga menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Menurut televisi pemerintah Iran, pasukan militer Teheran telah mengerahkan sejumlah drone ke wilayah Kuwait untuk menargetkan "lokasi penempatan pasukan AS dan pusat dukungan logistik militer AS yang merupakan 'teroris' dan 'pembunuh anak-anak'.

"Serangan-serangan tersebut merupakan tanggapan atas kejahatan musuh yang angkuh dan sebagai pembalasan atas darah para syuhada di tanah air," demikian laporan televisi pemerintah Iran.

Kuwait, dalam pernyataannya pada Jumat (17/7) pagi, mengatakan pihaknya sedang merespons serangan rudal dan drone, tanpa menyebut sumber serangan.

Dua negara Teluk lainnya, Bahrain dan Qatar, juga melaporkan serangan udara di wilayah masing-masing pada Jumat (17/7) pagi.

Otoritas Bahrain mengaktifkan sirene peringatan serangan udara dan mengimbau warganya untuk mencari perlindungan, setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah menargetkan sejumlah helikopter dan pesawat militer AS di sebuah pangkalan udara.

Di Qatar, Kementerian Pertahanan setempat mengumumkan bahwa militer negara tersebut telah mencegat serangan rudal. Para jurnalis AFP yang ada di Doha, ibu kota Qatar, melaporkan bahwa mereka mendengar rentetan suara ledakan.

Sementara itu, IRGC juga mengklaim telah menggempur pangkalan militer Al-Tanf di Suriah. Serangan itu disebut sebagai pembalasan atas kematian tentara-tentara Iran dalam serangan AS di kota Iranshahr, Iran.

Saksikan Live DetikSore:

Tonton juga video "Iran Pajang Poster Trump Tergeletak di Peti Mati"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait